Tumpeng Gono Bahu DiLarung di Tengah Telaga Sarangan OLeh Bupati dan Tokoh Adat


Bupati Magetan Sumantri bersama masyarakat melarung Tumpeng Gono Bahu merupakan prosesi tahunan yang digelar Pemerintah Kabupaten Magetan, Minggu (15/4/2018)

Magetan Pojok Kiri – Agenda Tahunan Acara Adat Labuh Sarangan di Pemerintah Kabupaten Magetan di Telaga Sarangan, acara tersebut melarung Buceng Gono Bahu di tengah Telaga Sarangan oleh Bupati Magetan Dr. Drs. Sumantri, MM bersama tokoh adat lereng Gunung Lawu. Minggu (15/4/2018)

Sebelumnya diselengarakan upacara ritual "Bersih Desa" pada Jum'at Pon (13/4/2018) kemarin, Puncak Gebyar Labuhan Sarangan diselengarakan Larung Sesaji yang bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Magetan atas limpahan berkah dari Yang Maha Kuasa, yang diberikan dengan wujud pelarungan persebahan ke Telaga.

Puluhan ribu wisatawan padati area wisata Telaga Sarangan menyaksikan ritual adat itu, Buceng Gono Bahu, Tumpeng Gono Bahu setinggi dua meter lebih, diarak dan dilarung ke dasar Telaga Sarangan. Selain Tumpeng Gono Bahu, masih terdapat lagi tumpeng ukuran besar yang berisi sayuran dan hasil bumi di sekitar Telaga Sarangan.

Drs. Siran, MM Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Magetan melalui Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pos Retribusi Telaga Sarangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan, Kuswinardi, mengatakan, kegiatan larung sesaji telah mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan.

“Agenda tahunan ini, selain untuk melestarikan budaya, juga untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan. Khusus hari ini saja, jumlah kunjungan mencapai 7.500 orang lebih, rata-rata sama dengan tahun lalu” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Magetan telah mengemas acara larung sesaji ini semenarik mungkin, dengan menggunakan busana adat yang dipadukan dengan batik asli Magetan Batik Pring Sedapur dan hiburan kesenian lainnya.

Acara Larung Sesaji Telaga Sarangan ini dipimpin langsung oleh Bupati Magetan DR. Drs. H. Sumantri, MM dan dihadiri oleh para pejabat daerah Kabupaten Magetan. “Larung sesaji Tumpeng Gono Bahu di Telaga Sarangan ini, selain untuk melestarikan budaya, juga untuk mendongkrak bidang kepariwisataan di Magetan,”kata Sumantri.

Lanjut  Sumantri, dengan digelarnya ritual larung sesaji dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan. Semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Sarangan, maka semakin bertambah pula pendapatan penduduk di sekitar Telaga Sarangan dan juga pendapatan asli daerah (PAD) Pemda setempat.

“Tradisi Larung Sesaji Tumpeng Gono Bahu di Telaga Sarangan Magetan sudah ada bertahun - tahun, satu cara untuk melestarikan budaya Jawa bagi masyarakat Magetan. Tradisi yang dilakukan dalam nuansa ritual ini dilakukan demi keselamatan warga Kabupaten Magetan,”ucapa Sumantri.

Pemerintah setempat menggelar acara Labuh Sesaji Gono Bahu dengan melarungkan tumpeng hasil bumi di tengah Telaga Pasir Sarangan. Larung Sesaji dengan melarungkan satu buah tumpeng setinggi 2 meter di ikuti 2 gunungan palawija yang berisikan hasil bumi asli warga Magetan meliputi padi (nasi), pala wija, kentang, wortel, jagung dan sayur – sayuran lainnya.

Di sela-sela acara Larung Sesaji Tumpeng Gono Bahu Kepala Kelurahan Sarangan, Tumiran mengatakan, Warga Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menggelar ritual adat larung sesaji yang dilakukan setiap bulan Jawa Ruwah, ritual adat larung sesaji ini merupakan puncak dari upacara adat bersih Desa yang dilakukan masyarakat di sekitar Telaga Sarangan, menjelang bulan suci Ramadhan.

Lanjut Tumiran, ada yang berbeda dengan kegiatan bersih desa dan larung sesaji sarangan pada tahun ini, yang sebelumnya diadakan pada jum'at pon bulan ruwah, kali ini diadakan menjelamg bulan ruwah, karenana pada bulan ruwah nanti, tidak ada jum'at pon nya. “Selain untuk bersyukur kepada Tuhan, melalui acara adat ini, kami juga ingin memohon agar Telaga Sarangan tetap lestari dan warganya hidup sejahtera,”pungkas Tumiran.(Lak/G.Lih/EKO)
Share on Google Plus

About pojok kiri madiun raya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment