Resmi Pindah PK-5 ke Bedag Yang di Sediakan Pemerintah


Tanpa Alasan PK – 5 sudah menempati Bedag yang baru, Senin (2/4/2018)

Magetan, Pojok Kiri - Mau tidak mau Pedagang Kaki Lima (PK-5) yang berada di Parkir Timur Alun – Alun Magetan Harus pindah ke bedag yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Magetan, yakni tempatnya persis baratnya Parkir Timur Alun-Alun, hari ini Senin 2 April 2018 mereka sudah pindah semua karena memang sudah di intruksikan oleh Bupati Magetan.
Pembanguan Taman Alon – Alon Tahap 3 oleh Badan Lingkungan Hidup saat itu dan sekarang Dinas Lingkungan Hidup menganggarkan senilai 2 Miliyar sumber dana APBD dengan Nomer Rekening 1.08.1.08.01.24.07 dengan kegiatan Taman Rekreasi yang termasuk didalam pembuatan bedag untuk para PK - 5.
Ketua PK – 5 yang berada di seputaran Alun-Alun Magetan Darmin mengatakan, mau bilang apa lagi karena itu semua sudah perintah dari atasan kita mengikuti saja walaupun sebenarnya tempat yang disediakan sangat kecil dan sempit sekali.
“Para PK - 5 tersebut sebenarnya telah diintruksikan untuk pindah sejak awal tahun 2018 kemarin.” Bedag tersebut terlalu kecil, lebih besar gerobak para pedagang dari pada bedagnya,”ucap Darmin kepada Pojok Kiri, Senin (2/4/2018)
Plt Kepala Dinas Perumahan  dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Magetan, Rudi Subagyo mengatakan, bahwa sudah dilakukan rapat koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan sesuai dengan pembina PK-5, Perkim untuk pengelolaan Alun - Alun, Disperindag yang mengelola PK-5 dan Dinas Perhubungan untuk penataan parkirnya.
“Kita sesuaikan fungsi yang semula, bahwa dibawah itu memang tempat parkir. dan bedag-bedag harus ditempati oleh pedagang,”ucap Rudi yang didampingi Jojok kepala bidang Pertamanan Kepada Pojok Kiri, Senin (2/4/2018).
Lanjut Rudi, dari pihak pedagangpun banyak yang mengeluhkan tidak adanya toilet di Alun-alun. “Kita sudah rencanakan untuk membuat 2 toilet umum permanen, supaya pengunjung Alun-alun tidak kesulitan jika ingin buang air," terang Rudi.
Sutrisno ketua Ngo. Walidasa mengatakan, untuk pembanguan Alun-Alun Magetan dari Tahap awal hingga tahap ke 4 semuanya amburadul tidak sesuai rencana awal, sejak awal hingga tahap akhir pembanguan Alun-Alun Magetan sudah menyerap dana kurang lebih dari 10 Miliyar.
“Untuk tahap 4 saja contohnya Belanja Pembangunan Taman alon-Alon Tahap 4, Nilai Pagu Paket  Rp. 1.132.000.000,- Nilai HPS Paket Rp. 1.129.242.000,- di lelangkan dimenangkan oleh CV. Minarak Blambangan Jl. Menur Pumpungan 12 A Kel. Menur Pumpungan Kec. Sukolilo Surabaya - Surabaya (Kota) - Jawa Timur dengan nilai penawaran Rp. 1.016.858.000,- dan didalam kontraknya aslinya ada toiletnya tapi nyatanya menjadi tidak ada entah apa sebabnya,”ucap Sutrisno.

Kami berharap kedepan untuk pembanguna Alun-Alun Magetan seharusnya direncanakan secara matang jangan asal merencanakan agar pembangunannya menjadi lebih baik yang bisa dilihat keindahannya tidak seperti sekarang seperti tidak karu-karuan.

“Bisa di contoh seperti Alun-Alun Bojonegoro, tertata rapih, pedagang dari kelas bawah hingga atas ada disana tempatnya juga nyaman pedagangnya juga bisa melayani pembeli dengan baik,”pungkas Sutrisno. (G.Lih/Lak)
Share on Google Plus

About pojok kiri madiun raya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment