Rakyat Menginginkan Taman Vertikal Garden Jembatan Gandong Satu Tetap Hidup Subur



Pengguna jalan yang setiap hari melewati jembatan Gandong menyayangkan Taman Vertikal itu pada mati semua apa pemerintah tidak merawatnya ? Selasa (10/4/2018)

Magetan, Pojok Kiri - Lagi-lagi masyarakat yang banyak yang menyayangkan dengan keberadaan Taman Vertikal Garden yang posisi tempatnya dari arah Pasar Baru itu menuju Alun-alun, Pendopo Surya Graha dan Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Magetan yang dianggarkan APBD Tahun 2016 yang lalu, dengan biaya sekitar Rp. 200 juta, banyak yang pada mati dan yang hilang bisa diambil para pengguna jalan atau memang juga terjatuh saat penyemprotan pada pagi hari yang dilakukan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Magetan.

Pernah Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Agus Subagio melalu Kepala Bidang Pertanaman Jojok Jhohar mengatakan selama kasus belum selesai terus terang kami tidak berani mengerjakan padahal sejak Tahun 2017 kemarin sudah dianggarkan untuk pembenahan.“Kami tidak berani mengerjakan karena taman tersebut masih sengketa dengan Kejaksaan Negeri Magetan, itu masih menjadi barang bukti,”ucap Jojok Senin (12/3/2018) yang lalu.

Padahal sewaktu kepala bidangnya Toni Suryo hampir setiap jam lima subuh selalu di sirami dan yang mati ditambal sulami dengan hasil pendederan, sedangkan kepala bidang yang baru kelihatan seperti dibiarkan yang seolah – olah sengaja tidak dirawat.

Menurut masyarakat yang lewat Jembatan Gandong, Sulastri mengatakan, eman-eman pembuatan taman yang dulunya banyak orang yang selfi saat sekarang pada mati dan terkesan tidak terurus padahal itu buatnya pasti mengunakan uang Negara.

“Benar mas tidak kayak pertama sewaktu taman fertikal dibuat setiap hari di siram saya tahu persis kalau pas jalan-lalan pagi selalu di siram, bahkan ada yang mati selalu di sulami dengan buanga pengganti, tapi saat sekarang terkesan di biarkan,”ucap Sulastri kepada Pojok Kiri, Selasa (10/4/2018).

Ditambahkan oleh salah satu aktifis Jumali mengatakan, seharusnya permasalahan ini bisa langsung ditanyakan kepada penegak hukum yang yang memproses kasus tersebut, bisa di renovasi apa tidak, karena letak taman vertical garden itu letaknya di tengah kota, sedangkan kota Magetan kan kota pariwisata apa kita tidak malu nantinya kalau ada turis local maupun turis mancanegara yang melihat.

“Saya menyayangkan sikap dinas yang seolah-olah tidak peduli dengan kelangsungan hidup taman vertical yang berada di tengah kota tersebut, taman itu mau direnovasi atau sengaja dihilangkan atau dibiarkan ini biar jelas,”ucap Jumali kepada Pojok Kiri, Selasa (10/4/2018).

Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang mengelola Taman seluruh Kabupaten Magetan saat dihubungi Pojok Kiri tidakl mau menjawab, apa mungkin sudah jenuh dengan kasus taman vertical tersbut tak kunjung tuntas. (Lak)
Share on Google Plus

About pojok kiri madiun raya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment