Pembobol ATM BRI di Kediri Terungkap, Pengendali Kejahatan Masih Buron



 
Press relies Polres Kediri ungkap kasus pembobolan Bank BRI
Kediri Pojok Kiri
     Tim gabungan Polres Kediri, Densus 88 Mabes Polri dan Tim IT Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus pembobolan uang di dalam ATM milik nasabah BRI di Kediri dan beberapa daerah di Indonesia. Ada delapan orang pelaku yang sudah berhasil diamankan, namun sindikat diatasnya masih buron.
     “Saat ini ada lima orang pelaku yang kami hadirkan dalam pres rilis ini. Tiga orang pelaku lainnya berada di Polda Jawa Timur. Mereka masih menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengembangkan kasus ini,” kata Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan, Kamis (12/4/2018). 
     Kapolres menambahkan, para pelaku diamankan setelah petugas mempelajari data transaksi dan CCTV di mesin ATM wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Petugas mengenali pelaku dari sebuah jaket yang dikenakan saat memasang alat spy cam di mulut ATM.
     Masing masing adalah Supeno dan M Toyib warga Kabupaten Kediri, Nur MMufid warga Kabupaten Kendal, Mustofa warga Kedungwaru, Tulungagung, Sujianto warga Pasirian, Lumajang , serta Ahmad Rido, Sugianto dan Siswanto, warga Jawa Tengah yang kini menjalani pemeriksaan di Polres Pekalongan dengan kasus serupa.
     “Peran mereka beragam. Supeno sebagai jenderal di lapangan yang mengatur dan mengawasi komplotannya saat memasang spy cam di mulut ATM yang diincar. Pelaku melakukan dengan hanya hitungan detik saja menggunakan alat pinset yang telah dimodifikasi,” ujar AKP Erick.
     Komplotan ini memilih lokasi sasaran dengan mendeteksi dari struk yang dibuang ditempat sampah. Dari kode di struk tersebut, dapat diketahui, bisa dan tidaknya mesin atm tersebut dipasang alat rakitan tersebut.
     Kemudian Supeno bertugas mengkloning data dengan menggunakan mesin magnetic stripe reader, dan mengirimkannya ke seorang pelaku cyber criminal di Jakarta  yang kini masih menjadi buronan.
     Supeno mengaku, mendapatkan uang sebesar Rp 500 juta dari serangkaian kejahatan perbankan yang sudah dilakoni itu. Karena menjadi jendral lapanga, dia mendapatkan bagian 10 persen dari hasil pencurian uang nasabah. Uang hasil kejahatan ini dipakai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan sebagian lainnya untuk berfoya-foya.
     Polisi mengamankan barang bukti 322 kartu ATM dan peralatan skimming. Mereka dijerat pasal 46 dan atau 48 Undang undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektrnik dan atau pasal 363 KUHP dan atau 362 atau pasal 378 KUHP. (ifan/roy)
Share on Google Plus

About Redaksi Pojok Kiri

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment