Pemasangan APK Asal – Asalan Makan Korban Pengguna Jalan Hingga Jari Kelingkingnya Patah


Lokasi tempat kejadian ambruknya APK Jalan Maospati – Barat tepatnya di Desa Sempol dan Korban yang tertimpa sampai babak belur, Senin (2/4/2018)

Magetan, Pojok Kiri – Dari awal pengadaan dan pemasangan Alat Peraga Kampanye Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati terkesan asal –asalan terbukti ada masyarakat Magetan menjadi korban atas teledornya APK milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Magetan. Salah satu korbannnya adalah warga Sundul, Kecamatan Parang yang tidak ingin disebutkan namanya,  mengaku terjatuh karena terkena ambruknya APK milik KPU saat melintasi Jalan Raya Maospati - Barat, tepatnya di Desa Sempol.
"Ketika saya pulang belanja dari Pasar Barat, Banner gambar Paslon Bupati dan Wakil Bupati  terbawa angin langsung menimpa saya, terus terang saja saya sampai jatuh tengkurap, karena terkena bambu cagak banner, ada tiga bambu yang panjang – panjang menimpa saya, yang terkena APK bukan saya saja, ibu saya juga tertimpa APK yang membuat patah tulang pada jari kelingkingya, sudah periksa dan dirongsen dianjurkan operasi oleh dokter,” ucapnya kepada Pojok Kiri, Senin (2/4/2018)
Lanjut dia, bahwa pihaknya tidak ingin memperpanjang masalah tersebut, sudah membiyayai pengobatanya sendiri melalui BPJS. "Kami sudah angap masalah ini selesai, tanpa saya minta, ada pihak KPU yang memberikan uang sebesar Rp.1.500.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah) untuk penganti pengobatan saya dan ibu saya,”jelasnya.
Saksi kejadian tersebut, Suwito salah satu staf di Dinas Perhubungan Kabupaten Magetan, membenarkan kejadian tersebut, waktu itu pas pulang takziah dari Barat, melihat sepeda montor terjatuh tertimpa APK tanpa pikir panjang langsung menolongnya."Saya minta tolong orang yang pas lewat tempat kejadian tersebut untuk membawa korban ke Pukesmas untuk mendapatkan pertolongan," kata Suwito kepada Pojok Kiri, Senin (2/4/2018)
Marsono Komisioner KPU Kabupaten Magetan Divisi SDM dan Parmas menerangkan benar telah terjadi kecelakaan APK yang menimbulkan Korban, pada hari Minggu (25/3/2018) yang lalu. “Saat itu terjadi pagi hari, ada angin ribut yang terjadi di seluruh wilayah Magetan, Kami mendapatkan informasi bahwa umbul-umbul APK ada yang roboh dan mengenai penguna jalan,”kata Marsono kepada Pojok Kiri, Senin (2/4/2018)
Lanjut Marsono, kami sudah konfirmasi kepada yang bersangkutan, melalui utusan seseorang, beliau sudah menyatakan dan menyadari bahwa kejadian tersebut adalah bencana alam, dan tidak meminta ganti rugi apapun.
Menurut pemerhati Pilkada Kabupaten Magetan Kamto Padas mengatakan, seharusnya KPU Magetan dalam pengadaan APK pasti ada perencanaannya, baru ketemu nilai anggar, terus total semua APK ada berapa jumlahnya, contoh Baleho 3x4 ada berapa unit, Spanduk 1x6 ada berapa biji, dan umbul-umbul 1x4 ada berapa jumlahnya, terus untuk pemansangan menggunakan apa ? bambu atau kayu ini harus jelas, KPU harus transparan dalam hal ini, jangan mencla mencle awal dari salah satu PPK bilang kayu ini tahu-tahu berubah bambu semua.
“Perlu diketahui, APK Paslon Bupati dan Wakil Bupati Magetan milik KPU Kabupaten Magetan berupa Baleho (3×4), spanduk (1×6) dan umbul-umbul (1×4) yang dianggarkan dari APBN senilai Rp. 165.600.000,- (seratus enam puluh lima juta enam ratus ribu rupiah) dengan nomer rekening : 076.01.657778.00.00.06.3364.050.051.521211 dengan system pengadaan langsung, yang dipasang di 18 Kecamatan, dan Desa se- Kabupaten Magetan, itu menggunakan uang Negara, kalau kita lihat KPU terkesan asal-asalan dalam melaksanakan pengadaan dan pemasangan APK tersebut,”ucap Kamto Padas kepada Pojok Kiri, Senin (3/4/2018).
Lanjut Kamto Padas, kalau transparan dan diserahkan kepada ahlinya tentunya hal ini tidak akan terjadi, dan perlu diketahui masa kampaye masih lama ini APK sudah pada rusak dan hilang. “Saya sebagai aktifis berharap pihak penegak hukum terutama yang mengawasi jalannya Pilkada yakni Panwaslu harus menindak lanjuti hal tersebut, dan kedua kepada penegak Perda Satpol PP harus menindak lanjuti APK yang melanggar Perda dan yang terakhir untuk pengadaan APK ada indikasi atau dugaan tidak benar tolong Penegak Hukum Kepolisian atau Kejaksaan diusut hingga tuntas permasalahan ini,”pungkas Kamto Padas.(Lak/G.Lih)
Share on Google Plus

About pojok kiri madiun raya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment