Oknum Pegawai BPN Kabupaten Kediri Nyambi jadi Calo, Patok Harga 1 Juta





Kediri Pojok Kiri
     Oknum ASN di lingkungan Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Negara Kabupaten Kediri  Oknum berinisial ED wanita salah satu Staf  di ATR/ BPN yang diduga merangkap sebagai Biro Jasa gelap dilingkungan kantornya dalam kepengurusan sertifikat tanah.
     ED diduga bekerja sama dengan pihak luar, salah satunya seorang wanita bernama puji warga kalirong kecamatan Tarokan hingga menuai soal. 
     Seperti yang disampaikan KS (40) warga Kalirong yang mengeluhkan permasalahan nya kepada kantor Harian pagi Pojok Kiri Biro Kediri, bahwa waktu mau menguruskan kepemilikan atas tanah yang dimilikinya dari Akte menjadi sertifikat melalui wanita yang bernama Puji warga Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan dan Ibu ED yang diketahuinya bekerja sebagai salah satu staf pelayanan di kantor ATR/BPN merasa di ping pong. 
     Menurut KS selama proses permohonan pengajuan dari Akte ke sertifikat  selama kurang lebih 3 bulan gak jadi jadi, padahal saya sudah mengeluatkan uang untuk permohonan itu sesuai dengan permintaan mereka. 
     Perlu diketahui bahwa, KS sebenarnya sudah kenal sama oknum ED staf di BPN yang berkantor di jalan Veteran tengah Kota kediri tersebut. Sewaktu KS mau menjual tanahnya juga melalui bu ED ini, sementara itu bu ED menawarkan tanahnya ke teman teman dan koleganya. 
     Menurut KS pada waktu itu seperti kata bu ED bahwa teman temannya serta koleganya tidak ada yang mau, akhirnya bu Ed sendiri menawarkan diri untuk membeli tetapi cuman janji dan janji akhirnya tanah tersebut saya jual ke orang lain.
     "Surat surat tanah yang saya jual dengan Luas lahan 351, didusun kalirong Rt 2 RW 3, Desa Kalirong Kecamatan Tarokan masih berupa Akte dan saya ajukan Permohonan Akte ke sertifikat melalui puji dan bu ED per bulan Agustus sampai bulan november 2017, tapi kenyataannya sama mereka belum di urus sama sekali.
     Padahal waktu itu saya sudah megeluarkan anggran. Untuk Petok C Desa 1 juta ( yang katanya diusuruh Desa), biaya Peta Bidang 1 juta dengan rincian,700 ribu saya bayar ke bu ED dan yang 300ribu ke petugas pengukur ditambah biaya lain lain, total saya sudah 2,500,000 juta dan meminta tambah 50 juta untuk biaya pengambilan Akte yang ditahan bu ED," terang KS pada koran ini. 
     Karena saya merasa keberatan saya minta tolong ke saudaranya bernama Udin warga Manyaran Kecamatan Banyakan untuk meminta mereka menyerahkan sertifikat saya yang ditahannya.
     Hal senada dibenarkan saudara Udin saudara KS, memang benar kalau saya dimintain tolong untuk mengambil sertifikat yang di tahan bu ED milik KS. "Sudara saya waktu itu dimintai biaya 50 juta yang disampaikan puji pada saudara saya KS pada waktu itu, katanya untuk biaya pengambilan sertifikat.
     Uang dari mana sebesar itu, ini sudah menyalahi aturan pemerintah yang telah ditetapkan, bentuk semua biaya permohonan sudah diatur dengan jelas kok masih mau mengkadali masyarakat. Apalagi dia staf di BPN yang nota bene ASN. Setelah itu saya datangi saudara bu ED yang akhirnya sertifikat dikasihkan tanpa mengeluarkan biaya sama sekali," jelas Udin. 
     Dilain pihak bu ED membantah keras bahwa dia tidak ada hubungannya dengan Puji, KS maupun Udin dan mengatakan bahwa dirinya tidak kenal. 
     Hal ini sangat bertolak belakang dengan keterangan KS yang dikuatkan saudara nya Udin bahwa mereka pernah kenal dan pernah bertemu dalam urusan sertifikat. (sendi/roy)
Share on Google Plus

About Redaksi Pojok Kiri

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment