Kontraktor Curi Kwalitas Bahan, Dibayar Lunas, Warga Protes Keras

Jalan ambles dan saluran beton yang hancur pada tutup beton penutup salurannya
Surabaya, Pojok Kiri - Yang ditakutkan dan menjadi keresahan warga sekitar jalan Balongsari Praja dan Balongsari Selatan terjawab sudah. Sejak awal pekerjaan yang dilakukan oleh Kontraktor pemenang tender Proyek Saluran yang menyambungkan dari proyek Crossing milik Dinas Cipta Karya Jawa Timur, bidang Satuan Kerja Penyehatan Lingkungan, yang saat ditahun yang sama (Anggaran tahun 2017). Dikerjakannya dua saluran memanjang Doeble Crossing dari jalan Sari Bumi Indah sampai Balongsari utara ( Trafigt Light perempatan Balongsari).

Dari pertemuan saluran yang dikerjakan oleh Dinas Cipta Karya Jawa Timur, yang selanjutnya dikerjakan lanjutan Exiting saluran beton precast menerus sampai di jalan Balongsari Praja dan balongsari Selatan. Proyek saluran yang saat itu dikerjakan awal menjelang datangnya musim hujan yang terus menerus setiap hari, berakibat semua pekerjaan saluran di jalan Balongsari sekitarnya, menjadi muspro tidak dapat difungsikan sesuai perencanaan diawal oleh pihak Dinas terkait.

Kondisi jalan Balongsari sekitarnya, terutama di perempatan lampu merah, masih saja terjadi Banjir sampai setengah meter saat hujan turus dengan durasi yang lumayan lama, maka saluran permanen yang dikerjakan dengan biaya tidak sedikit, dengan nilai Miliaran Rupiah, terbukti hanya memiliki saluran mainan yang tidak dapat difungsikan dengan sempurna.

Seperti yang terjadi saat ini, justru terjadinya kerusakan jalan aspal (ambles) pada tumpuan diatas saluran crossing beton precast U-Gutter di sekitar jalan Balongsari praja dan Balongsari selatan. Tutup plat beton saluran pecah terkena tekanan jalan aspal yang ambles sampai tutup plat beton saluran crossing tersebut terlihat tulangan betonnya. Sehingga lalau lintas sekitar jalan yang dilalui telah tertutup total, atau jika pengendara masih nekat melewati, harus super berhati-hati.

Setelah mengetahui adanya kerusakan struktur jalan dan saluran di jalan yang dimaksud, bukannya segera memerintahkan Kontraktor yang mengerjakan terdahulu segera respon,justru peringatan kerusakan yang terjadi di anggap sepele oleh pihak Dinas terkait. Walaupun akhirnya ada petugas atau pekerja yang lantas melakukan perbaikan kerusakan jalan dan saluran tersebut, nyatanya dengan hasil yang tidak maksimal, yang dari pantauan Pojok Kiri, saluran crossing penghubung tersebut harus diulang pekerjaannya atau diangkat kembali beton saluran yang sudah ada dipasang dengan beton saluran yang baru.Mengingat saluran yang ada sekarang ini telah ambles dengan elevasi saluran yang tidak memiliki kontur lagi.

 Apakah nantinya Pihak Dinas PU.Bina Marga dan Pematusan akan benar-benar lakukan perbaikan dengan cara yang maksimal, atau hanya sekedar perbaikan ala kadarnya saja. Masih menjadi pantauan Pojok Kiri, apakah hasil pekerjaan yang muspro tersebut, memang sengaja, adanya dugaan merugikan keuangan Negara, jika dilihat dari pekerjaan saluran yang gagal. (sw).

Foto (1) : - Jalan ambles dan saluran beton yang hancur pada tutup beton penutup salurannya.-
Foto (2) : Jalan yang sudah diperbaiki, namun tidak maksimal, tanpa dilakukan perbaikan saluran yang juga ambles dan rusak.
Share on Google Plus

About Pojok kiri Online

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment