Kodim 0805/Ngawi Gelar Upacara Bendera 17-an di Bulan April 2018.


Ngawi, – Seluruh Prajurit dan PNS jajaran Kodim 0805/Ngawi melaksanakan Upacara Bendera Merah Putih 17-an pada bulan April 2018 di Halaman Makodim 0805/Ngawi Jl JA. Suprapto No 01 Ngawi, Selasa (17/04/18).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Komandan Kodim 0805/Ngawi Letkol Arh Hany Mahmudhi, S.E, Perwira Upacara (Paup) Pasi Intel Dim 0805/Ngawi Kapten Inf Ahmad Harsono, S.H, sedangkan untuk Komandan Upacara (Danup)  Danramil 0805/02 Paron Kapten Arh Sukantri.

Upacara bendera tanggal 17 ini secara rutin dilaksanakan setiap bulannya atau peringatan hari besar nasional tanggal 17 Agustus. Hal ini memiliki makna penting yaitu sebagai upaya untuk mengingatkan kita pada romantisme dan heroisme perjuangan para pendahulu yang telah melahirkan NKRI pada tanggal 17 Agustus 1945 serta sebagai sarana Komando guna menjalin komunikasi antara Pimpinan, Staf dan Anggota agar setiap kebijakan, instruksi, petunjuk dan informasi mengalir serta dipahami dengan seksama.

Dalam amanat tertulis Panglima TNI   yang dibacakan Inspektur Upacara menyampaikan bahwa, kita telah 
memasuki periode Triwulan II Tahun Anggaran 2018, yang berarti satu periode Triwulan I tahun anggaran 2018 telah kita lewati. Dengan demikian masing-masing unsur kesatuan di jajaran TNI harus sudah menyiapkan Laporan Pelaksanaan dan Evaluasi Triwulan I, berdasarkan pada Pokok-Pokok Kebijakan Panglima TNI yang telah ditetapkan dalam Rapim TNI Thn 2018.

Sebagai realisasi dari komitmen TNI dalam Reformasi Birokrasi, guna mendukung kebijakan pemerintah clean goverment dan good governance. Seluruh unsur pimpinan di jajaran TNI untuk senantiasa membaca situasi berikut segala kecenderungan perkembangannya. Hal ini diperlukan agar kita dapat meningkatkan pemikiran prediktif, langkah antisipatif dan upaya konstruktif dalam rangka melaksanakan tugas pokok TNI.

TNI selaku bagian dari komponen itu perlu membina soliditas, sinergi, dan kekompakan, dari tingkat pusat sampai daerah. Ego sektoral dan premordialisme sempit harus dibuang jauh-jauh karena hanya dengan bersatu, bergerak bersama-sama, maka Indonesia akan dapat menjawab dan menghadapi setiap potensi yang mengancam kedaulatan, keutuhan, maupun keselamatan bangsa dan negara. (dim ngw/fdy).
Share on Google Plus

About pojok kiri madiun raya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment