Guna Optimalkan Peran Serta Masyarakat Polres Ngawi Gelar FGD


Ngawi, Pojok Kiri.- Bertempat di Aula Polres Ngawi telah dilaksanakan giat Rapat Koordinasi Program Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Fokus Gruop Discussion (FGD), dengan tema Peran Komunitas Masyarakat dalam Mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban & Kelancaran Lalu Lintas diwilayah Hukum Polres Ngawi, Rabu (4/4/18).
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Kapolres dan Wakapolres Ngawi, Kasat Binmas polres Ngawi, Kasat Lantas Polres Ngawi, Kasi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi, Perwakilan Paguyuban Pengemudi Ojek, Perwakilan Pengemudi Bentor se-Kabupaten Ngawi dan Perwakilan Pengemudi Ojek online yang beropersional di wilayah Ngawi.

Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Rukimin S.H. dalam kesempatan tersebut mengatakan, terkait Peraturan Menteri Perhubungan No. 108 tahun 2017 tentang kendaraan online pihaknya menghimbau kepada pihak pengelolah ojek online untuk segera melengkapi legalitasnya dengan membentuk Koperasi di wilayah Ngawi mengingat ojek online yang beroperasi di wilayah Ngawi masih berkantor dan berijin di Madiun.
AKP Rukimin S.H. menghimbau agar tidak terjadi perselisihan antara pengemudi Ojek Konfisional dan online serta pengemudi Bentor agar dirembuk dengan baik hingga diharapkan dapat tercapai kesepakatan demi untuk kepentingan bersama.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu, S.H., S.I.K, M.H. agar semua pihak dapat rembukan atau berbusyawarah untuk mencari solusi terbaik hingga dicapai suatu kesepakatan agar tidak terjadi perselisihan di kemudian hari.
AKBP Pranatal Hutajulu, S.H., S.I.K, M.H. kepada wartawan mengatakan saat ini pihaknya telah mengadakan pertemuan antara pengemudi ojek konfensional dan online termasuk pengemudi bentor untuk membebicarakan solusi yang terbaik termasuk untuk membuat komitmen atau perjanjian untuk sharing wilayah dan atau sharing pelanggan sehingga tidak terjadi saling rebut wilayah dan pelanggan.

Selain itu pihaknya juga secara continue akan selalu berkomunikasi dengan Instansi terkait untuk segera mengeluarkan kebijakan aturan yang jelas sehingga tidak ada karancuan di lapangan bagi para pengemudi ojek dan bentor dalam mencari nafkah dan beroperasi.
Ditemui usai acara Kasi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi Putut Yulianto S.H., M.H. mengatakan rencana untuk transportasi online baik R2 maupun R4 pihaknya akan membatasi jumlah kendaraan agar tidak berkembang seperti kota-kota lain karena namanya regulasi tidak boleh ada kekosongan hukum.
Kasat Binmas polres Ngawi AKP Didik Supriyanto S.H. sebagai ketua pelaksana mengatakan, pihaknya sengaja melaksanakan giat FGD ini terkait permasalahan yang timbul dengan adanya ojek online yang berada di wilayah Ngawi sehingga kepolisian Ngawi berupaya melakukan mediasi yang nantinya diharapkan bisa menjadi kesepakatan bersama untuk saling dipatuhi dari masing-masing komunitas baik ojek konfensional, online dan bentor.
Adapun kesepakatan yang telah ditanda tangani bersama meliputi, untuk koperasi dari ojek online yang selama ini masih menginduk di Madiun segera mengurus ijin koperasi untuk beroperasi di wilayah kabupaten Ngawi dan untuk pengambilan penumpang oleh ojek online di pangkalan Terminal lama, Terminal Baru, Stasiun Paron, Perempatan Siliwangi titik-titiknya sudah ditentukan dan sudah disepakati bersama sementara untuk ojek konfensional bebas mengambil penumpang dimana saja, dan untuk bentor hanya ditentukan titik-titik pengambilan di terminal lama. (fdy)

Share on Google Plus

About pojok kiri madiun raya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment