Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi Mengadakan Rapat Kerja Kesehatan Daerah



Ngawi, Pojok Kiri.- Dengan Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) Melalui Percepatan Eleminasi Tuberculosis, Penurunan Stunting Dan Peningkatan Cakupan Serta Mutu Imunisasi, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, mengadakan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kabupaten Ngawi Tahun 2018.

Bertempat di Rumah Makan Notosuman Watualang Kabupaten Ngawi, Rakerkesda ini dilaksanakan selama tiga hari, dimulai Kamis, 5 April 2018 hingga Senin 7 April 2018, hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, S.T., M.H., mewakili Bupati Ngawi, Setda Ngawi, Drs. Mokh. Sodiq Triwidiyanto, M.Si., Plt Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, dr. Yudono, beserta jajaran Dinas Kesehatan setempat. Pojok Kiri, Kamis (5/3/18).


Plt. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi dr. Yudono menjelaskan bahwa Rakerkesda Kabupaten Ngawi ini merupakan kelanjutan dari Rakerkesnas yang dilaksanakan pada tanggal 5 hingga 8 Maret 2018 di Jakarta serta Rakerkes Propinsi beberapa minggu yang lalu.

Di tahun 2018 ini, ada tiga hal besar yang harus segera kita kerjakan yaitu, yang pertama Eleminasi Tuberculosa (TBC), terus yang kedua meningkatan cakupan Imunisasi dan peningkatan kwalitasnya, karena selama ini masih ada masyarakat yang tidak mau anaknya diimunisasi dan yang ketiga adalah penanganan Stunting, Stunting itu pendek, tidak hanya pendek orangnya tapi pendek semuanya, jadi untuk generasi mendatang itu kurang bagus, kita harus menyelamatkan dan mempersiapkan generasi mendatang dari kabupaten Ngawi, nanti kita juga akan menyampaikan hal-hal lain yang mendukung memburuknya kasus TBC, pencapaian Imunasi yang belum optimal termasuk juga kenapa kok masih ada Stunting, dan nanti kita juga harus ada inofasi. Hal itu yang disampaikan Plt. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi dr. Yudono


“Saya berharap kedepannya yang jelas pertama jangan ada anak-anak kita yang Stunting atau kalau memang sudah ada Stunting bagaimana cara kita untuk memperbaiki” terangnya

Menurutnya, Stunting itu adalah kekurangan Mikro Nutrien berbeda dengan gizi buruk, gizi buruk kita kerjakan 90 hari, jika mungkin ada penyakit atau ada energy protein yang kurang, dalam 90 hari mungkin bisa, dia bisa meningkat statusnya menjadi tidak gizi buruk tetapi kalau Stunting selamanya akan Stunting.

“Untuk TBC, nanti juga Insya Allah permasalahan TBC di masyarakat Kabupaten Ngawi ini bisa teratasi dengan baik” ungkap dr. Yudono

Terkait Imunisasi, Pihaknya akan melakukan peningkatan cakupan termasuk pendekatan ke masyarakat. yang termasuk masih enggan di Imunisasai. Pihaknya akan selalu meningkatkan kwalitas dari iImunisasi tersebut.

Ketiga hal tersebut (TBC, Stunting, dan Imunisasi) yang mendorong pemerintah daerah kabupaten Ngawi, melalui Rakerkesda Dinas Kesehatan ini untuk berupaya mengidentifikasi masalah dan menyusun upaya-upaya dalam rangka percepatan Eliminasi Tuberculosis, Penurunan Stunting dan Peningkatan Cakupan serta Mutu Imunisasi. (fdy/Yan)


Share on Google Plus

About pojok kiri madiun raya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment