Carut Marut Pengisian Perangkat Akhirnya Bupati Kediri Ajak Dialog Kades



 
Bupati Kediri bersama Instansi terkait dan para kades se Kediri

Kediri Pojok Kiri
     Kepala Desa Se-Kabupaten Kediri, akhirnya bisa bernafas lega, pasalnya pengajuan Kades untuk audensi dengan Bupati Kediri akhirnya dikabulkan.
     Tetapi, dalam audensi tersebut terkesan masih ditutup tutupi, kerena dalam rapat audensi dilaksanakan dengan tertutup, sehingga awak media yang mau meliput tidak bisa masuk kedalam ruangan sekartaji di pendopo alun alun kediri, Senin pagi (3/4/2018).
     Dari informasi yang digali, pertemuan tertutup tersebut akan dilakukan dua tahap, yang pertama dilakukan pagi ini srkitar pukul 09.00 wib, dan pertemuan yang kedua akan dilaksanakan siang hari sekitar pukul 11.00 wib.
     Pertemuan tersebut diambil dua orang Kades sebagai perwakilan dan Camat untuk melakukan audensi yang yang dilakukan diruang sekartaji DPMPD.
     Saat dikonfirmasi Menurut keterangan beberapa kades yang hadir dari eksekutif diwakili kepala BPMPD Satiren BA,  Sukadi SE, MM, serta Drs. H. Mujahit memdampingi Ibu Bupati Kediri Harijanti Sutrisno dalam pertemuan yang membahas permintaan kades se Kabupaten Kediri. 
     Permintaan Kades untuk merubah peraturan yang sudah membuat 5 kepala desa terperiksa dikarenakan telah melantik bukan nomor urut 1 berdampak pada keresahan para kades. 
     Johan kepala desa Klampitan yang ditunjuk sebagai ketua paguyuban usai pertemuan dengan tim eksekutif mengatakan pada awak media, bahwa sesuai dengan kesepakatan para kades se-kabupaten Kediri bahwa peraturan (perda)  dan perbubnya harus di rubah, karena tidak berpihak kepada kades serta keluar dari UU desa tentang pengisian perangkat. 
     "Kami mewakili masyarakat kades se kabupaten kediri meminta kepada Ibu Bupati untuk merubah perbub pengisian perangkat,  yang mana di selaraskan dengan UU desa yang berlaku saat ini.Sebab dalam kebijakan yang dikeluarkan dalam perbub sangat tidak berpihak dan membawa sahabat sahabat kami jadi terperiksa," terangnya. 
     Masih menurut Johan,  bahwa pengangkatan perangkat yang pertama itu sudah terjadi,  dan untuk yang sesion ke dua usulan kita insya alloh diterima.
     Dilain pihak kepala Infokom kabupaten Kediri Krisna Setyawan saat dikonfirmasi membenarkan soal dialog kades dan Ibu Bupati, bahwa ibu Bupati sangat senang mendapatkan masukan dari para pak kades. 
     "Dialog interaktif tadi enak didengar judulnya, ibu Bupati bertemu dengan perwakilan dari kepala desa dalam rangka diskusi banyak hal yang secara substansi membahas berbagai hal yang ditujukan untuk meningkatkan kemajuan serta kemakmuran masyarakat desa.Program-program yang ada di desa kemudian terkait pengisian perangkat desa.Salah satunya itu satu poin yang dipertanyakan oleh pak Kades yang menurut ibu Bupati semua positif ," terang Krisna Setyawan. 
     Masih menurut Krisna, banyak hal yang didiskusikan, ada beberapa masukan dari rekan-rekan kepala desa dan insya Allah nanti akan di follow up oleh ibu Bupati. 
     Sementara tuntutan perubahan serta beberapa masukan dari kepala desa dan itu tentunya menjadi materi yang akan kita kaji. (ifan/roy)




Share on Google Plus

About Redaksi Pojok Kiri

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment