Tinggal di Gubuk Reot, Nenek Sahwi Bisa Makan Dari Bantuan Tetangga

# Potret Kemiskinan di Bondowoso
 Rumah nenek Sahwi, yang sangat memprihatinkan. (*)
Bondowoso, Pojok Kiri- Seorang nenek bernama Sahwi (75)Warga Pedukuhan Krajan RT.11/03 Desa dan Kecamatan Tapen, kondisinya sangat memprihatinkan karena tergolong sangat miskin. Namun, selama hidupnya ia tidak pernah mendapat bantuan apapun, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso.

Pantauan Pojok Kiri, rumah reot yang ditempati Sahwi berteduh, sangat tidak layak. Bayangkan, saat terik sinar matahari, tidak bisa dibuat berteduh. Apalagi pada musim hujan, bocor dimana-mana. Nenek Sahwi betul-betul sangat tidak beruntung hidupnya.

Dalam keseharian, untuk sekedar mengganjal perutnya harus menunggu belas kasihan tetangganya. Karena ia hidup sebatangkara. Begitulah perjalan hidupnya setiap hari.

“Saya mempunyai dua anak. Masing-masing tinggal di Jember dan Lumajang. Selama ini sangat jarang sekali menengok saya. Mungkin kehidupannya juga pas-pasan,” kata Nenek Sahwi kepada Pojok Kiri.

Karenanya, kata Nenek Sahwi sambil meneteskan air mata, ia harus berusaha sendiri untuk mendapatkan makanan. “Umur sudah tua, tidak mungkin bisa bekerja. Hanya berharap belas kasihan saja pada tetangga,” ujarnya.

Meski demikian, beruntung masih ada warga lainnya di tempat itu yang peduli terhadap Nenek Sahwi. Seperti, Toyadi, Ketua RT.11 yang selalu berkunjung ke rumahnya. (sam/ lah)
Share on Google Plus

About PeKa Production

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment