Siti Nurjanah Penderita Hidrosefalus Selama 21 Tahun 9 Bulan, Tergolek Ditempat Tidur.




Bojonegoro,Pojok Kiri – Rumah berdinding bambu ukuran kurang lebih 5X 8 meter dan berlantai tanah serta tanpa ruang tamu itu yang berada di Rt:02 Rw:02 desa Sroyo,Kecamatan Kanor,Kabupaten Bojonegoro. 
Pengguni rumah tersebut seorang janda bernama   Mbah Sanggem (50),dengan salah satu cucunya bernama Siti Nurjanah (22) yang menderita Hidrosefalus (Kepala membesar) serta kedua kaki dan tangan mengecil dan mata lepas satu saat masih usia 3 bulan.
Kepala desa Sroyo Suntoro saat datang bersama Kapolsek Kanor,AKP Imam Kanafi,beserta anggota,dan Bidan desa Hj.Mai'monah,Amd. Keb, saat melakukan Kunjungan salam keluarga dengan kasih (Sagasih)memberi santunan kepada penderita,Rabo (6/9/17).

Menurut Kades Suntoro, Siti Nurjanah adalah  anak pasangan dari Mustari dan Sumini,Siti Nurjanah anak nomor dua dari empat saudara,sedangkan Bapaknya sudah meninggal lima tahun yang lalu.
“Siti sekarang sehari – hari hanya berbaring di tempat tidur dan tinggal bersama neneknya yang berstatus janda, dan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari mereka di bantu oleh keluarga yang lain,atau dari belas kasih tetangga.”Ujar Kepala desa.
Menurut salah satu tetangga kepada Pojok Kiri mengatakan,bahwa saat usia 3 bulan Siti saat itu mengalami sakit panas demam serta tumbuh benjolan di kepala, semakin hari benjolan tersebut semakin membesar, sehingga mata sebelah kiri sampai lepas.
“Waktu itu keluarga sudah berusaha membawa berobat ke Puskesmas, serta kebeberapa orang pintar karena semua terbentur  ekonomi, akhirnya keluarga merawat di rumah,bersama neneknya.
Sementara itu Kapolsek Kanor Polres Bojonegoro AKP Imam Kanafi,bersama rombongan untuk menengok serta memberikan santunan.
"Kunjungan ini sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang wajib dibantu kami bersama rombongan juga memantau kesehatan sipenderita."Ujar Kapolsek.
Sementara Mbah Sanggem kepada Pojok Kiri sangat berharap kepada para dermawan untuk membantu keberadaan cucunya yang sedang sakit.
"Kulo nyuwun tulung kalih Bapak-Bapak sedoyo,sageto mbantu putu kulo(Saya minta tolong kepada Bapak-Bapak semua agar bisa membantu cucu saya)."Ujar Mbah Sanggem dengan bahasa jawa yang polos.(ndo)
Share on Google Plus

About pojok kiri madiun raya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment