Ibu Endah mewakili Pabrik PT Mahatex badas, Kediri, Penerima Material Ilegal Bisa Dipidana

Pabrik Textil PT Mahatex terkendala material Ilegal


Kediri, Pojok Kiri
     “Surat izinnya ada, tapi palsu. Tidak teregistrasi ada dua dokumen dengan dua nama berbeda,” kata penyidik yang tidak mau disebutkan namanya, karna belum masuk pelaporan, kemarin, Kamis (07/9), ketika bersama wartawan.
     Sejumlah suplier di pembangunan pabrik PT Mahatex akan diperiksa polisi terkait dugaan, penadah bahan material berupa tanah urug, pemalsuan perizinan tambang dan tidak adanya izin trayek dump truk pengangkut tanah urug di Kecamatan Badas, Kediri.
     Adapun dugaan hasil penambangan Galian C ilegal dan izin trayek yang dilakukan di Kecamatan badas, itu dipasok ke pabrik textile PT Mahatex yang berdiri di Kecamatan Badas Kediri adalah cabang pabrik textile di pandaan, Pasuruan.
     Ibu Endah sebagai wakil Pabrik textile PT Mahatex di Kecamatan Badas, Kediri yang menerima berbagai jenis material dari penambangan ilegal dan beberapa izin trayek angkut untuk pembangunan pabrik textile PT Mahatex, bisa dipidana sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
     Wakil Ketua Komisi D DPRD Kediri, Arief Junaedi SH mengatakan hal tersebut menanggapi dugaan hasil penambangan Galian C ilegal di Kecamatan Badas dan izin trayek angkut.
     "Tindak saja, ada aturannya jelas karena dia mengambil atau memasok dari sumber illegal, bisa dianggap mencuri dan merusak Lingkungan apalagi izin trayek keluar masuk nya dump truk yang melebihi tonase," kata Hadi, pada wartawan ketika dihubungi Kemarin, Rabu (06/9).
     Dia menambahkan, jika ada indikasi suatu pabrik dalam pembangunan menggunakan material dari penambangan tidak berizin dan izin trayek belum ada, maka pabrik sebaagai penerima barang curian bisa dipidana.
     Arief mencontohkan salah kontraktor di Kabupaten Kediri yang dipidana gara-gara yang bersangkutan terbukti menggunakan material bangunan dari penambangan ilegal.
     "Kontraktor yang mengambil (material) dari tambang ilegal itu sama halnya mengambil barang curian atau bisa disebut penadah," sebut Arief pada wartawan.
     Dugaan tersebut mengemuka setelah Ed, salah pengemudi truk yang mengangkut hasil penambangan yang diduga illegal dan izin trayek bodong, mengungkapkannya pada wartawan yang melakukan investigasi di lapangan.
     Menurut Arief, pabrik textil berskala besar seharusnya mengecek sumber pasokan bahan baku apakah berizin atau ilegal. "Jangan sampai dipasok bahan baku dari tambang illegal dan izin trayek bodong, saya akan sampaikan ini agar sama-sama semua membantu," pungkasnya. (roy)

Share on Google Plus

About Redaksi Pojok Kiri

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment