Cegah Peredaran Narkoba, PN Kelas 1B Bojonegoro Adakan Tes Urine



Bojonegoro, pojok kiri - Pengadilan Negeri Kelas 1B Bojonegoro menggelar tes urine yang diikuti seluruh  pejabat fungsional, struktural dan staf Pegawai Negeri. Pemeriksaan narkoba melalui tes urine tersebut berlangsung di aula Pengadilan Negeri Kelas 1B Bojonegoro, Jum'at (08/09/2017). Tes urine mendatangkan Anggota Reskoba Polres Bojonegoro dan tim medis dari Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Bojonegoro.

Humas Pengadilan Negeri Kelas 1B Bojonegoro, Isdariyanto menjelaskan, pemeriksaan narkoba melalui tes urine ini bertujuan untuk mencegah peredaran narkoba khususnya di instansi Pengadilan Negeri. Pemeriksaan narkoba diikuti sebanyak 46 orang dari 48 orang. Untuk 2 orang tidak mengikuti tes urin karena ada agenda rapat mengenai anggaran di Pengadilan Tinggi Surabaya.

"Seluruh pejabat fungsional, struktural dan pegawai negeri menjalani tes urin untuk pemeriksaan narkoba. Tes ini untuk mencegah peredaran narkoba khususnya di pengadilan negeri bojonegoro," katanya.

Menurut Isdariyanto, Pemeriksaan Narkoba melalui tes urine ini sesuai edaran surat Direktorat Jenderal (Dirjen) Badan Peradilan Umum (Badilum) Nomor 688/ DJU/ K8.05.I/ 7/ 2017 tentang perintah untuk melaksanakan pemeriksaan narkoba, edaran surat Kepala Pengadilan Tinggi (KPT) Jawa timur Nomor W.14/ 4906/ KP 05.1/ 8/ 2017 tentang menindaklanjuti surat Dirjen Badilum merintahkan Ketua Pengadilan Negeri (KPN) untuk melaksanakan pemeriksaan narkoba dan surat Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Nomor W14-U10/KP.05.I/ 08/2017 tentang permohonan bantuan pelaksanaan tes narkoba.

"Tes urine ini baru pertama kali dilaksanakan. Untuk kedepan akan dilakukan rapat di forum pimlinan terlebih dahulu apakah tes urine diadakan secara berkala ataupun sesuai acuan edaran," ucap Isdariyanto.

Dari hasil pemeriksaan tes urine, 46 orang dinyatakan negatif. Tidak ada satupun peserta tes yang dinyatakan positip menggunakan Narkoba ataupun obat-obatan terlarang. Jika terbukti positif mengkonsumsi Narkiba maka langkah awal sesuai dipaparkan tim pemeriksa dan dilaporkan ke Pimpinan Pengadilan, Pimpinan Pengadilan akan melaporkan secara berjenjang ke Pengadilan Tinggi dan Direktorat Jenderal Badilun kemudian baru ditentukan langkah selanjutnya. Sanksi akan diberikan langsung oleh Dirjen Badilun.

"Dari hasil pemeriksaan tes urine seluruh peserta tes yang ikut dinyatakan negatif menggunakan Narkoba. Tidak ada yang dinyatakan positif mengkonsumsi Narkoba ataupun obat-obatan terlarang," terang Humas PN Kelas 1B Bojonegoro.

Isdariyanto menerangkan, harapan dari pimpinan sebagai aparatur penegak hukum dan institusi yang mengadili perkara narkoba maka harus terlebih dahulu bersih dari narkoba dan harus mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan narkoba. (Luh)
Share on Google Plus

About pojok kiri madiun raya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment