Tujuh Pelaku Gay Hotel Oval Di Sidang Perdana, Ini Vonis Hakim

Tujuh terdakwa asusila sesama jenis atau Gay di Hotel Oval Jl Diponegoro Surabaya, akhirnya menjalani sidang perdana di PN Surabaya
Surabaya, Pojok Kiri - Tujuh terdakwa asusila sesama jenis atau Gay di Hotel Oval Jl Diponegoro Surabaya, akhirnya menjalani sidang perdananya, yang diketuai oleh Majelis Hakim Unggul, di ruang Tirta 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (31/7/2017).

Dalam persidangan dakwaan tersebut sidang tertutup untuk umum. Ketujuh terdakwa tersebut di tangani oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Didik Yudha dari Kejari Tanjung Perak Surabaya. 

"Tujuh terdakwa di antaranya yaitu Andre (43) warga Jombang, berperan sebagai inisiator dan admin gay party, Iswantoro (40) warga Sleman Jogja Ahmad Salamun (35) warga Ngingas Sidoarjo, Andreas Lukita (25) warga Tandes Surabaya (Berhubungan), Singgih Dermawan (44) warga Kedamean Gresik Ken Haris (23) warga Waru Sidoarjo, dan Fendi (25) warga NTT kost di YKP Pandugo," kata Jaksa Didik pada awak media.

Diketahui, setelah mendapatkan informasi,Unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, Sabtu (29/4/2017) sekitar pukul 23.00 wib (malam), menggerebek gay party di Hotel Oval Jl Diponegoro.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan 14 orang yang mana lima pria tengah berhubungan intim sembari ditonton oleh para peserta lainnya.

Penggerebekan dilakukan di kamar 203 dan 314 di hotel Oval. Saat penggrebekan mereka melangsungkan gay partynya, dengan Andre selaku kordinatornya.

Andre mengirimkan undangan melalui medsos terhadap komunitas tersebut, dimana peserta yang berminat diwajibkan membayar tiket sebesar Rp 100 ribu.

Sementara 7 orang lainnya hanya dijadikan saksi karena hanya sebagai penonton yakni, Abimanyu Nirwan (24) warga Magelang, Tri Harianto (27) warga Jogja, Anjas Ibnu (21) warga Gedangan Sidoarjo, Ahmad Sodik (22) warga Torjun Sampang Madura, Erik Sutanto (34) warga Jl Dukuh Kupang Surabaya, Romadlon (36) warga Jl Tegal Mulyorejo dan Apriyanto (29) warga Ngampilan Jogjakarta.

Adapun barang bukti yang disita oleh petugas di antaranya, 1 unit mobil, 7 unit unit motor, pakaian dalam, 1 unit TV, Flashdisc, bill hotel, uang tunai Rp 1,1 juta, buku rekening, golok dan puluhan kondom.

Akibatnya perbuatannya, para terdakwa didakwa Pasal 45 UU ITE dan pasal 32 dan 33 tentang pornografi.(sw).
Share on Google Plus

About Pojok kiri Online

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment