Tim Cyber Troops Polres Bojonegoro Kembali Tangkap Penyebar Kebencian Polisi


Bojonegoro, pojok kiri - Tim Cyber Troops dan tim Panther Polres Bojonegoro kembali menangkap seorang pemuda berinisal WD aliaa Bodrex Sitega, warga Desa Sidorejo Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro yang menyebar kebencian pihak Kepolisian. Seorang pemuda tersebut ditangkap pada saat dirumahnya, Rabu (26/07/2017).
Ujaran kebencian terhadap Polisi itu dilontarkan oleh pelaku di media sosial Facebook. Dengan memakai akun Bodrex Sitega pelaku berkata kasar karena tidak terima di tilang oleh polisi lalu lintas. Bahkan, pelaku menganggap jika polisi lalu lintas itu hanya mencari uang saja di jalan. Kalimat kebencian yang share di grup Facebook Media Bojonegoro oleh pelaku itu adalah "Polisi bojonegoro matane picek aku ditilang. Polisi dancok isone golek duwek nok dalan".
Ujaran kebencian terhadap polisi itu langsung direspon oleh Netizen. Kalimat yang dilontarkan oleh pelaku itu langsung dikomentari oleh para netizen hingga ratusan komentar dan langsung ditindak lanjuti oleh tim Cyber Troops. Saat ini pelaku ujaran kebencian diamankan di Mapolres Bojonegoro guna penyidikan lebih dalam.
"Setelah Tim Cyber Troops mendeteksi identitas dan domisili pelaku, selanjutnya Tim Panther segera melakukan penangkapan. Saat ini pelaku masih kita mintai keterangan," ucap Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro, Kamis (27/07/2017).
Kapolres menambahkan, diduga karena ketakutan, pada sekitar pukul 15.50 WIB, pelaku menghapus akunnya, namun Tim Cyber Troops telah memiliki bukti-bukti dari screenshoot postingan pelaku. Selain itu tim juga mendeteksi akun lain yang serupa, yang diduga milik pelaku.
“Meskipun akun telah dihapus, tidak dengan serta-merta dapat menghilangan data digital yang pernah di posting oleh pelaku,” tegas Kapolres Bojonegoro.
Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Bojonegoro guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan. Pelaku berpotensi melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016, tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, Pasal 28 ayat (1) dan (2) juncto Pasal Pasal 45A ayat (1) dan (2), diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.
Dengan adanya kasus ini Kapolres Bojonegoro berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya warga masyarakat Bojonegoro, untuk bijak dalam bermedia sosial karena ada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang dapat menjerat warga masyarakat yang melakukan tindakan komunikasi (posting), yang mengandung unsur provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain, dalam hal berbagai aspek seperti ras, warna kulit, gender, cacat, orientasi seksual, kewarganegaraan, agama dan lain-lain.
Selain itu, jajaran Polres Bojonegoro juga telah membentuk tim cyber troops, yang bertugas mengawasi lalu lintas media, baik media konvensional maupun media sosial.
“Jika diketahui ada postingan yang mengandung ujaran kebencian, maka tim akan bekerja dan jika tertangkap maka akan diproses sesuai hukum," terang AKBP Wahyu S Bintoro. (Luh)
Share on Google Plus

About pojok kiri madiun raya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment