Terlilit Hutang, Mantan Purel Cetak Uang Palsu Puluhan Juta

pelaku memperagakan pembuatan upal dihadapan Kapolrestabes Surabaya

Surabaya, Pojok Kiri – Siapa yang menyangka jika ketiga ibu rumah tangga ini adalah komplotan pengedar uang palsu (Upal) di Surabaya. Ketiga ibu rumah tangga yang bernama Siti Soleha (31) asal Bulak Rukem VII RT 07 RW 01, Tuni (50) asal Surtikanti I/14 Kelurahan Sidotopo dan Mala Herlina (49) Bulak Rukem VII A no 11-B, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir Surabaya ini kini diringkus Tim Anti Bandit Polsek karang Pilang Surabaya setelah berhasil mengedarkan puluhan juta di pasar tradisional Surabaya.

Untuk mengelabui masyarakat ketiganya membelanjakan uang tersebut pagi hari dengan berbelanja di pasar tradisional di daerah Keputran, Simo dan Manukan Surabaya. Selain mengedarkan upal, salah satu pelaku yang bernama Siti Soleha adalah otak dari aksi kejahatan ini.

Kepada petugas, mantan purel café SS ini mengaku jika mempelajari cara mencetak uang palsu didapatnya dari Kota Jakarta, hingga dirinya di penjara dengan kasus yang sama pada tahun 2013. Sementara kedua rekannya yakni Tuni dan Mala, Siti menjual uang palsu tersebut dengan perbandingan Rp 1,5 juta uang palsu ditukar dengan Rp 500 Ribu uang asli. “Saya jual dengan harga Rp 500 Ribu, saya beri uang palsu Rp1,5 Juta pak,” aku Soleha.

“Saya terlilit hutang pak, uangnya kadang saya selipkan dengan uang asli untuk bayar hutang,” tambah ibu tiga anak ini, di Halaman Mapolrestabes Surabaya.

Ditempat yang sama, Kombespol Mohammad Iqbal, Kapolrestabes Surabaya menjelaskan, hasil penegakan hukum peredaran uang palsu ini dimulai saat petugas mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa marak beredar uang palsu di pasar tradisional Surabaya. Dari laporan tersebut tim bekerja dengan melakukan penyelidikan secara mendalam, hingga akhirnya petugas mendapatkan alat bukti bahwa benar terjadi pemalsuan uang.  “Dari penangkapan satu tersangka, polisi berhasil mengembangkan menjadi tiga tersangka, kami masih akan melakukan penyelidikan, tidak menutup kemungkinan masih ada sindikat lainnya,” jelas Iqbal, Senin (24/7/2017).

Modusnya, lanjut Iqbal, Pelaku yang bernama Soleha mencetak uang palsu tersebut dengan memfoto copy uang asli menggunakan printer merk HP. Setelah dicetak dari printer, pelaku yang memotong dengan rapi, menempel kertas kado warna biru untuk garis agar menyerupai uang asli. "Ini adalah peringatan bagi masyarakat khususnya pedagang, karena para pengedar uang palsu selalu melakukan aksinya pada malam hari untuk mengelabui para korbannya,” tambah Iqbal.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang palsu siap edar lebih dari Rp 6 juta, 1 unit printer, 1 buah gunting, kertas HVS, lem, 1 unit HP merk Prince dan tas cangklong. Ketiganya kini dilakukan penahanan dan mendekam dalam penjara wanita di Mapolrestabes Surabaya. Polisi menjeratnya dengan pasal 224 atau 245 KUHP. (Jem)

Foto : Kapolrestabes Surabaya memerintahkan pelaku memperaktekan pembuatan uang palsu
Share on Google Plus

About Pojok kiri Online

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment