Terhantam Ombak Besar Pantai Watu Leter, Seorang Nelayan Hilang


Petugas bersama tim SAR gabungan saat pencarian korban laka Pantai Watu Leter.
Malang, Pojok Kiri
            Kecelakaan pantai terjadi di perairan Pantai Watu Leter, kawasan Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang Selatan pada Rabu (19/07) sekitar  pukul 09.00 WIB. Seorang nelayan dinyatakan hilang setelah terpental dari Speed (perahu bermesin) yang dinaiki saat memancing, akibat hantaman ombak besar.
            Setelah terpental dari Speed nya, Andre (35), nelayan naas asal Kampungraas RT 21/RW 03, Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang itu tergulung ombak pantai hingga tidak terlihat lagi.
            Hal itu dituturkan oleh Nurhasan (32) seorang saksi yang tak lain adalah teman korban yang siang itu turut serta bersama korban memancing di perairan Pantai Watu Leter. Saksi mengungkapkan, musibah ini sebenarnya terjadi dan menimpa korban dan saksi. Mungkin karena nasib baik, saksi masih terselamatkan dari kecelakaan tersebut.
            Lebih runtut, saksi yang berprofesi sama dan tinggal sedesa dengan korban ini menceritakan kepada Pojok Kiri. Pada Rabu dini hari, usai korban dan saksi menjalankan sholat Subuh, keduanya berangkat memancing menggunakan menuju perairan Pantai Watu Leter menggunakan Speed Mandala Zena bermesin tempel 15 PK. Di perairan pantai yang berjarak kurang lebih 1 mil dari bibir pantai Watu Leter, keduanya pun mejalankan aktifitasnya.
            Sekitar pukul 08.30 WIB, lanjut saksi, dia dan korban sarapan pagi hingga selesai dan kembali memancing. Namun tak berapa lama, tiba-tiba dari hadapan keduanya muncul ombak besar dengan ketinggian sekitar 4 meter yang langsung menghantam Speed yang dinaikinya. Karuan saja, baik korban dan saksi sama-sama terpental.
            Beruntung, saksi yang masih sempat meraih pelapung dan menjepit papan ini, nasibnya tidak senaas nasib korban yang langsung hilang dalam gulungan ombak. Dengan pelapung dan papan, saksi akhirnya terdampar kurang lebih 50 meter dari bibir pantai.
            Hingga sekitar pukul 09.15 WIB, seseorang sambil berenang mendatangi dan menolong saksi untuk dibawa ke tepian pantai, setelah sebelumnya memberikan Lef Jaket kepada saksi. “Dengan berenang orang itu mendatangi saya, kemudian menarik saya ke pinggir pantai,” terang saksi sambil mengaku tak akan pernah lupa dengan seseorang tersebut sepanjang hidupnya.
            Diketahui, penalong tersebut ternyata Pitoyo, salah satu anggota SAR PSR Goa Cina yang sengaja datang ke lokasi kecelakaan setelah mendapat informasi dari salah seorang temannya. Naluri Pitoyo sebagai anggota SAR, spontan melakukan tindakan penyelamatan pada saksi yang diketahuinya terdampar sejauh kurang lebih 50 meter dari bibir pantai.
            Menyusul setelah penyelamatan pada saksi, petugas bersama-sama tim SAR gabungan melakukan pencarian korban, baik melalui laut juga penyisiran bibir pantai. Namun hingga berita ini naik cetak, belum ada informasi ditemukannya korban. (yn/ gass poll)
Share on Google Plus

About pojokkiriarema

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment