Rapatkan Barisan Pilkada 2018, Dua Partai Politik Bakal Saling Berkoalisi


Bojonegoro, pojok kiri.-Sinyal koalisi antar Partai Politik dalam menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 Kabupaten Bojonegoro mulai bermunculan. Dalam bursa Pilkada 2018 ada dua partai politik yang berkoalisi, yakni Partai Hanura dengan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Bojonegoro. Partai Hanura koalis dengan PKPI karena jumlah kursi belum memenuhi kuota untuk mengusulkan dan mengajukan Bakal Calon Bupati dalam bursa Pilkada mendatang.
Ketua DPC Hanura Kabupaten Bojonegoro, Mohammad Mashadi menjelaskan, koalisi antar partai hal itu untuk mengusung Bacabup dan Baca wabup. Dalam bursa Pilkada 2018, Partai Hanura kurang kursi untuk mengusung Bacabup dan Bacabup. Partai Hanura membutuhkan 10 kursi. Untuk memenuhi kuota tersebut, Partai Hanura harus koalisi dengan partai lain.
"Maka dari itu partai hanura koalisi dengan partai lain, yakni PKPI. Hal itu untuk memenuhi kuota kursi yang dibutuhkan untuk mengusung bacabup dan baca wabup dalam bursa pilkada mendatang," katanya, Kamis (20/07/2017).
Tidak hanya PKPI, partai hanura juga akan melakukan komunikasi dengan partai lain untuk memenuhi kuota kursi. Jika hal itu tidak dilakukan, maka untuk memenuhi jumlah kuota kursi tidak akan bisa tercapai.
Sementara Ketua PKPI Bojonegoro, Samsul Hadi menjelaskan jika pihaknya sebelumnya sudah melakukan komunikasi dengan partai Hanura untuk berkoalisi dalam bursa Pilkada mendatang. Menurutnya jika tidak melakukan cara seperti itu, maka kuota kursi tidak akan bisa terpenuhi. Namun demikian hingga saat ini masih menunggu keputusan dari DPP pusat.

"Tiga kursi masih belum cukup, maka dari itu harus koalisi dengan partai lain. Namun, masih menunggu dari DPP untuk memfinalkan koalisi tersebut," ucapnya. (Luh/trs)
Share on Google Plus

About pojok kiri madiun raya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment