Program DAK SDN Bareng 3 dikerjakan, tanpa RAB dan gambar


SDN bareng 3, Kecamatan Sawahan, Nganjuk


Nganjuk Pojok Kiri
     Proyek DAK dari anggaran APBN 2017di kabupaten Nganjuk salah satu penerimanya adalah SDN Bareng 3, Kecamatan Sawahan.
     Sekolah yang berada di dusun Golangu desa Bareng Kecamatan sawahan ini mendapatkan angggaran rehap sekolah dari DAK senilai Rp.254 juta, uang tersebut akan digunakan untuk merehap 3 ruang kelas.
     Tetapi oleh panitia dana sebesar itu dikembangkan untuk merehap 3 ruang kelas dan 1 kantor.
Tetapi anehnya, dalam pelaksanaan rehap, paniitia belum mengantongi RAB (Rencana anggaran belanja) maupun gambar sebagai panduan pengerjaan proyek.
     Wiji kepala SDN Bareng 3, saat dikonfirmasi disekolahan mengakui, kalau dirinya belum mengantongi RAB maupun gambar proyek, saat ini sebagai acuan pelaksanaan adalah ruang kelas yang ada di depan proyek, yang telah direhap sebelumnya.
     Ditambahkan Wiji, setelah dirinya menerima pencairan anggaran DAK 2017 ini, oleh dinas dirinya diminta segera melaksanakan pekerjaan, tetapi dia juga mengaku bingung karena hingga saat ini dirinya belum menerima RAB maupun gambar,"Kami masih menunggu gambar dari konsultan, yang hingga saat ni belum diserahkan" ungkap Wiji. Senin (31/7) kantornya.
     Tetapi karena diperintahkan dinas, maka dirinya akirnya melaksanakan pekerjaan rehap ini.
Walaupun belum mengantongi RAB maupun gambar,  saat ini rehap SDN Bareng lll telah membongkar bagian atas ruang kelas maupun kantor, serta meningggkan tembok bagian belakang setinggi 0.5 meter, selain itu panitia juga telah membelanjakan uang negara tanpa mengetahui RAB maupun rancangan gambarnya.
     "Kami belanja atas petunjuk konsultan, walaupun kami belum memiliki RAB" jelas Wiji.
Saat ini panitia DAK,, telah membelanjakan uang tersebut, berupa bata merah, besi, semen, juga pasir, serta beton pilar teras, yang sudah dalam tahap pemasangan.
     "Kami membeli besi  ukurannya sesuai perintah konsultan, yaitu 10mm dengan kolom 6 mm" tambah Wiji, tetapi fakta saat Pojok kiri mengambil gambar, besi yang dipakai berukuran 8 mm.
Ditanya hal itu, Wiji mengaku memesan besi ke toko bangunan  sesuai permintaan konsultan, tatapi kalau dikirim toko ukurannya kurang besar dirinya tidak tau.
     Nantinya kalau rehap tembok dan kerangkanya sudah naik, panitia akan memesan genting dan juga keramik.
     Informasi yang berhasil dihimpun Pojok kiri dilapangan, keramik untuk sekolah penerima DAK, akan di plot oknum pegawai UPT Pendidikan , tetapi hingga saat ini belum ada kejelasan, karena saat ini rehap sekolahan dari DAK 2017 baru mencapai 30 persen saja. (gus dhar/roy)

Share on Google Plus

About Redaksi Pojok Kiri

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment