Pemda Diduga Cuek, Sentra Makanan Khas Trenggalek Sepi Pengunjung

Jajaran kios pedagang makanan khas trenggalek diBendorejo.

TRENGGALEK POJOK KIRI - Sentra makanan khas Trenggalek yang terletak disepanjang jalur jalan raya propinsi tepatnya berada dijalan raya bendorejo tulungagung, sepi pembeli dan terkesan kurang dipedulikan pemerintah daerah.

Jalanan sangat ramai, bus bus berseliweran apalagi mobil pribadi banyak yang lalu lalang namun banyak pedagang makanan khas Trenggalek dikios tersebut, banyak yang mengeluh. Pendapatan penjualan mereka tidak sebanding dengan ramainya kendaraan yang lalu lalang.

“Tahun ini tahun keprihatinan.  Tahun ini, sangat sepi mas....? apalagi didukung pemerintah yang kurang yang kurang peduli terhadap nasib pedagang kedepannya, serta minim inovasi dalam membantu memasarkan produk unggulan trenggalek, maka seperti yang terjadi saat ini ,” ungkap Nur (35) warga Bendorejo pada wartawan kamis 20/7 dikiosnya.

Nurlela berharap semoga keadaan ini bisa berubah, mungkin esuk atau lusa dan ada peran inovasi aktif dari pemerintah seberti rasa bangga produk unggulan daerah. Seperti sebuah strategi perlu diterapkan pemerintah membangun image rasa bangga akan produk unggulan trenggalek harus digalakkan, apalagi modal awal usaha seperti saya sangat tipis dan sebagaian dapat pinjam saudara. ''Kalau tidak ada peran serta pemerintah mengatasi hal ini, apalagi kebutuhan pokok semakin tinggi maka saya nyakin, trenggalek akan
kehilangan jati dirinya akan makanan khas trenggalek,” imbuhnya.

Hal senada juga dirasakan oleh pegadang lain kasnan (37) pemilik kios sri Maryati yang juga warga asli Bendorejo mengatakan bahwasannya pengelolaan pedagang pasar dan kios belum ada sentuhan dari pemerintahan yang baru. ''Janjinya sih mau ada sentra tertata, namun sampai sekarang hanya janji semu belaka'' tuturnya.

Kios toko yang berjejer disepanjang jalan bendorejo adalah sebuah potensi yang sangat besar sebagai dasar untuk memperkenalkan produk unggulan daerah. namun tanpa penataan yang bagus maka sangat sulit untuk menarik para pecandu kuliner oleh oleh untuk datang karena fasilitas pendukungnya kurang memadai. tempat parkir yang tidak ada dan tempatnya dipinggir jalan maka, kesan awut awutan dan semrawutnya penataan pedagang, masih kental terlihat. ( rudi )
Share on Google Plus

About Pojok kiri Online

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment