Korban Pemerkosaan Melahirkan, Proses Hukum Masih 'Nggantung',

Korban Pemerkosaan SLT pasca melahirkan


Sampang, Pojok Kiri  - Proses hukum terkait laporan atas kasus pemerkosaan anak dibawah umur dengan korban SLT (inisial) umur 16 tahun warga Dusun Buker, Desa Karang Anyar, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Hingga saat ini masih belum ada titik terang dan masih belum ada satupun yang ditetaokan tersangka.

Kinerja Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sampang dipertanyakan. Sebab sejak kasus yang pernah dilaporkan sekitar 3 bulan lalu tersebut hingga korban melahirkan pada Minggu (23/7) belum ada satupun yang ditetapkan menjadi tersangka.

Ketua LSM Jaring Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Koordinator Daerah (Korda) Sampang Moh. Sidik mengungkapkan jika pihaknya selaku pendamping korban mempertanyakan kinerja Satreskrim Polres Sampang yang hingga kini belum memberikan kepastian hukum terhadap kasus tersebut.

“Setelah laporan kasus pemerkosaan itu beberapa bulan yang lalu. Kami kembali ke Polres Sampang beberapa hari yang lalu untuk mempertanyakan proses hukum kasus tersebut. Tetapi hingga saat ini masih belum ada satupun yang ditetapkan tersangka oleh kepolisian,” ungkapnya, Rabu (26/7).

Didik, panggilan akrabnya tersebut juga menilai jika kinerja Satreskrim Polres Sampang terlalu lelet dan sangat lamban dalam menangani kasus pemerkosaan tersebut. Menurutnya, kesaksian korban sudah cukup jelas. Namun sayangnya pihak kepolisian masih belum menentukan tersangka pelaku pemerkosaan dan juga yang menjadi perantara pertemuan antara korban dan pelaku.

“Korbannya ini dibawah umur dan sekarang sudah melahirkan. Ironis sekali jika proses hukum yang dilakukan kepolisian masih belum ada kejelasannya hingga saat ini, dimana keadilan. Kami minta pihak kepolisian selaku penegak hukum tidak main-main dalam menangani kasus pidana, khususnya yang satu ini. Kami juga meminta agar yang diproses secara hukum tidak hanya pelaku pemerkosaannya saja, tetapi juga perantara yang mempertemukan pelaku dan korban ini juga harus bertanggung jawab di hadapan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto saat dikonfirmasi melalui via telepon dan pesan singkat belum memberikan penjelasan secara rinci terkait proses hukum kasus dimaksud. “Maaf Mas Saya ada di TKP pembunuhan di Kecamatan Banyuates,” jawabnya singkat melalui pesan SMS kepada Pojok Kiri.

Sekedar diketahui, SLT menjadi korban pemerkosaan sekitar 10 bulan yang lalu. Namun kasusnya baru dilaporkan sekitar 3 bulan yang lalu karena pelaku yang diduga SL (insial) enggan bertanggung jawab atas kehamilan SLT. Sayangnya hingga SLT melahirkan proses hukum yang ditangani Satreskrim Polres Sampang tersebut masih belum ada kejelasannya. Meski pihak kepolisian tersebut sudah memanggil beberapa saksi dan terlapor masih belum menetapkan satupun tersangka. (ard/tris)
Share on Google Plus

About Pojok kiri Online

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment