Diserang Wabah Diare, Warga Kluruk Pengusaha Kandang Ayam

Warga saat protes di Kantor Desa Balak. (dra)

Banyuwangi, Pojok Kiri- Ratusan warga dari Dusun Cemoro Desa Balak Kecamatan Songgon, ngeluruk kantor desa setempat, Selasa (25/07/2017). Mereka memprotes keberadaan kandang ayam milik pengusaha di daerahnya. Sebab selain megeluarkan bau busuk menyengat, kerumunan lalat dari kandang ayam itu menyerang makanan di pemukiman warga.

Mereka bahkan emosi, setelah pihak pengusaha tidak mengindahkan tegurannya. Bahkan beberapa kali menagdu ke Kepala Desa tak juga digubris. Karenanya, mereka datang bersama-sama menemui Kepala Desa Balak, menuntut agar kandang ayam itu ditutup saja.

Apalagi, akhir-akhir ini sejumlah warga terkena penyakit diare dan harus dirawat di rumah sakit. Pasalnya, pemukiman warga ini dekat sekali dengan kandang ayam milik Nur Kholis.

Rosid, salah satu warga mengatakan bahwa selama ini pengusaha tidak mengindahkan keluhannya. Bahkan, berkali-kali warga meminta agar dilakukan tindakan dengan menjaga kebersihan kandang. Namun pihak pengusaha, terkesan mengabaikan.

"Faktanya, di lapangan pengusaha hanya melakukan penyemprotan ketika tahu warga akan bergerak menyoal,” ujarnya.

Nurul, salah satu korban yang anaknya dirawat di rumah sakit karena menderita diare, meluapkan kekesalannya. Ia meminta pihak pengusaha bertanggung jawab atas kesehatan warga di sekitar kandang.

“Saya tersinggung, kami kesini menuntut hak kita yakni hak untuk sehat. Karena adanya kandang, anak saya yang masih bayi sampai masuk rumah sakit,” cetusnya.

Sementara, Mustain Kepala Dusun Cemoro yang juga ikut bersama warga menambahkan, dirinya hanya memohon untuk dicarikan solusi terbaik. “Karena bagaimanapun, hukum tertinggi dan kedaulatan ditangan rakyat,” imbuhnya.

Warga berharap, kehadirannya kali ini adalah yang terakhir. Pihak desa diharapkan mengambil tindakan tegas, mencarikan solusi terbaik dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Dilain pihak, Nur Kholis yang menjadi juru bicara pengusaha lainya berjanji, akan menjaga kebersihan kandang. Dirinya juga meminta warga, untuk memikirkan peternak yang juga mencari rejeki.

“Kami berjanji akan lebih memperhatikan tentang kebersihan kandang. Kami mohon kepada warga, jangan sampai lakukan penutupan kandang karena usaha ini juga butuh biaya,” terangnya berharap. (dra/ lah)

Share on Google Plus

About Pojok kiri Online

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment