Dilanda Kekeringan, Ratusan Warga Situbondo Antri Beli Air

Warga antri saat membeli air di sumur warga. (lah)

Situbondo, Pojok Kiri- Musim kemarau tahun ini, membuat sejumlah daerah di Kota Santri mengalami kekeringan. Bahkan, di Desa Curah Tatal Kecamatan Arjasa, ratusan warga harus mengeluarkan uang, untuk mendapatkan air bersih.

Pasalnya, di kawasan tersebut hanya terdapat 1 sumber air, yakni sumur milik warga. Untuk mendapatkannya, warga harus menyiapkan uang Rp500 per jirigen. Padahal, kebutuhan warga setempat, sehari sekitar 10 hingga 20 jirigen air bersih untuk kebutuhan memasak dan minum.

“Untuk mendapatkan air bersih, warga harus membeli pak. Per jirigen 500 rupiah. Tiap hari ya sekitar habis Rp5000 hingga sepuluh ribu, tergantung kebutuhan. Kisaran 10 hingga 20 jirigen,” ujar Hariman, warga setempat.

Sementara, fasilitas air bersih dari pengeboran bantuan Pemerintah di tempat itu gagal atau tidak mengeluarkan air. Bahkan, sudah 5 tahun ini sumur bor itu tak berfungsi. Sehingga warga sekitar, hanya mengandalkan sumur warga yang ada itu.

Ada pak disini sumur bor bantuan pemerintah, tapi tidak keluar air sudah 5 tahun lalu. Ya terpaksa harus beli, karena untuk minim dan memasak kan harus bersih airnya pak,” tukasnya lagi.

Kondisi memprihatinkan itu, dialami ratusan warga di Dusun Dergung desa setempat. Bahkan, mereka harus antri berjam-jam setiap harinya, menunggu giliran emndapatkan air bersih yang dibelinya itu.

Pantauan Pojok Kiri, di Kabupaten Situbondo, setidaknya ada 10 desa yang menyebar di 9 Kecamatan, mengalami dampak krisis air bersih setiap musim kemarau tiba, setiap tahunnya. (lah)

Share on Google Plus

About Pojok kiri Online

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment