Calhaj Gagal Madul DPRD, Tuding Kemenag Tak Transparan

Suasana usai hearing Komisi IV DPRD dengan tomas dan perwakilan Kemenag Situbondo. (lah)
Situbondo, Pojok Kiri- Sejumlah tokoh masyarakat (tomas) Kecamatan Sumbermalang, mendatangi kantor wakil rakyat di Gedung Kenanga 1, Situbondo. Kedatangan mereka mengadukan, amburadulnya jadwal pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) cadangan tahun 2017 ini.

Salah satu calon haji (calhaj) yang semula akan diberangkatkan melalui kursi cadangan itu, adalah Murakip (60). Nampaknya harus kembali menunda keberangkatannya, ke tanah suci. Lantaran kuota cadangan, yang semula 37 orang menjadi 15 orang saja.

Diceritakan Murakip kepada Janur Sasra, Ketua Komisi IV yang menemuinya bersama sejumlah anggotanya. Hal itu sebenarnya tak menjadi masalah baginya, meskipun dirinya juga mengikuti ceck-up, periksa kesehatan, pembuatan paspor, serta imunisasi sudah mereka lakukan.

Tak hanya itu, pria berprofesi petani itu, juga mengaku sudah mendapatkan baju seragam calhaj, yang diberikan Kementrian Agama (Kemenag) Situbondo.

Tetapi yang membuatnya kesal, lanjutnya, ada warga yang mendaftar pada tahun 2014, justru bisa berangkat melalui kursi cadangan tahun ini.

"Katanya sih dia bayar (nyogok, red), gak tau bayar kemana. Lalu bagaimana proses pemberangkatan. jika seperti ini. Kalau persoalan tidak berangkat, saya sudah pasrah. Berarti belum mendapat panggilan Allah, karena ini mau ibadah," kata Murakip, calhaj cadangan. 

Bahkan, Murakip mengaku pernah menemui bagian haji, di Kantor Kemenag. Untuk menanyakan kebenaran info yang didengarnya itu. "Saya datangi kantor Depag (Kemenag, red). Ada yang bilang ke saya, jangan melaporkan kemana-mana ya pak. Nanti kami pastikan Tahun 2018, sampean berangkat," ungkap Murakip, menirukan kalimat oknum pegawai Kemenag kepadanya.

Menanggapi hal itu, Janur Sasra Ananda Ketua Komisi IV DPRD Situbondo emosi. Dirinya berharap Kemenag bisa transparan, terkait calhaj cadangan yang akan berangkat tahun ini. Khususnya, persoalan menimpa Murakip itu, agar segera dicarikan solusinya.

"Sebenarnya kami memanggil kepala Kemenag saat ini. Namun yang bersangkutan tengah ada acara diluar kota. Sehingga diwakili stafnya," terang Janur, panggilan akrab politisi kelahiran Kota Situbondo itu.

Dilain pihak, Adi Ariyanto, Kasubbag TU Kemenag Situbondo mengatakan, secara konstitusional, pihaknya tidak pernah menutup informasi apapun terkait pemberangkatan calon jamaah haji.

Namun sayangnya, Adi enggan menjelaskan persoalan yang dialami Murakip itu. Alasannya, karena bukan wilayah kerjanya. Meskipun dirinya mengakui adanya 15 calhaj cadangan, yang masuk tahun ini.

“Tapi tentang pak murakip, telah periksa kesehatan sampek melakukan imunisasi ini, kami belum ketahui," jelasnya. (ab/ lah)

Share on Google Plus

About Pojok kiri Online

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment