Bupati Lumajang, Satukan Perbedaan Untuk Menangkal Radikalisme

Bupati Lumajang saat berpidato
Lumajang, Pojok Kiri - Kegiatan Kemah Bhakti pemuda antar umat beragama diadakan dalam rangka pelantikan pengurus Gema Utama (Generasi Muda Antar Umat Beragama) Kabupaten Lumajang yang dikemas dalam bentuk kebersamaan.

Dalam Upacara pembukaan Kemah Bhakti FKUB Kabupaten Lumajang kali ini,  bertemakan " Kemah Bhakti Pemuda Antar Umat Beragama, Kita Wujudkan Semangat Satu Nusa Satu Bangsa dan Satu bahasa Indonesia", acara tersebut bertempat di lapangan Desa Senduro, Sabtu (28/7), selain itu sederetan kegiatan juga turut ditampilkan semisal seminar lokakarya, pameran , bazar, out bond, hiburan, pentas seni, penghijauan, api unggun, deklarasi kedamaian serta pengukuhan Gema Utama.

Nampak hadir Bupati Lumajang, Drs H.As'at Malik M.Ag , Wakil Ketua DPRD Lumajang Drs Samsul Huda, Kepala Kemenag, Kapolres Lumajang diwakili oleh Kasat Res Narkoba, Ketua PN Lumajang, FKUB Lumajang, Forkopimka Kecamatan Senduro Seluruh Kepala Desa se Kecamatan Senduro  , Tokoh Agama maupun Tokoh Masyarakat serta peserta kemah Bhakti yang terdiri dari peserta dari Agama Islam sejumlah 190 Peserta, diantaranya Kristen Protestan 68 Peserta ,Kristen Katolik 69 Peserta ,Hindu 100 Peserta, Budha 8 Peserta serta Konghuchu 2 Peserta.

Kata sambutan yang disampaikan , Bupati Lumajang adalah rasa syukur kepada Tuhan YME, karena kegiatan kedamaian umat beragama ini adalah bentuk nyata kerukunan dari sebuah perbedaan, sehingga, bupati berharap menjadikan Lumajang kedepan menjadi Sejahtera dan Bermartabat.

"Dengan terjalinnya  persatuan dan kesatuan bangsa dan antar umat beragama, akan tercapai Lumajang sejahtera dan bermartabat",Katanya.

Selain itu Bupati juga menjelaskan deklarasikan damai kerukunan hidup beragama di Kabupaten Lumajang ini merupakan kegiatan pasitif dalam saling menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bermasyarakat di kabupaten Lumajang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dapat menciptakan suasana damai dan menghargai perbedaan keyakinan serta ajaran masing masing dalam kerangka menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,sehingga dapat menolak semua bentuk paham radikalisme yg mengatasnamakan agama yang dapat mengancam serta menimbulkan perpecahan di masyarakat.

"Persatuan dan kesatuan bangsa dan negara ini adalah tanggung jawab kita semua".pungkasnya.(Bas).
Share on Google Plus

About Pojok kiri Online

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment