Birokrasi Pemkab Nganjuk,”bobrok” kemarin Kadishub sekarang Mantan Kasat Pol PP nyabu


Press Reliers sabu di Polres Nganjuk


Nganjuk, Pojok Kiri
     Birokrasi di lingkungan pemkab Nganjuk, “Bobrok” mantan Kasat pol pp yang sekarang kabid Ekbang Kemarin Rabu (19/7), berurusan dengan sat Narkoba Polres Nganjuk, karna mengonsumsi sabu-sabu di rumahnya.
     Bupati Nganjuk Taufiqurohman, tampaknya kesulitan mengendalikan pegawainya (PNS), sejak di muat Pojok Kiri yang lalu “ Kadishub Nganjuk Tantang Bupati” sekarang mantan Kasat Pol pp Pejabat di Ekbang Pemkab Nganjuk, terkena sabu - sabu.
     Karna maraknya peradaran sabu-sabu yang berada di lingkungan Pemkab tersebut. Diduga, banyak pejabat yang terlibat menjadi sindikat narkoba plat merah di Pemkab Nganjuk.
     Kecurigaan Tim Reskoba Polres Nganjuk, tidak beralasan. Pasalnya, informasi tersebut sudah banyak beredar di kalangan PNS di sekretariat. Bahkan, dua pejabat di lingkungan skretariat berhasil diamankan polisi dalam kasus pesta sabu-sabu.
     Kedua PNS tersebut adalah Suharyono alias Herek (52) yang menjabat sebagai kepala bagian di Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Nganjuk, dan Suprapto (49) yang menjabat sebagai Kasi Penindakan yang berkantor di Satpol PP.
     Dua oknum PNS tertangkap Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nganjuk saat asyik pesta sabu di Perum Candirejo Indah blok P/10 Desa Gejakan Kecamatan Loceret pada Rabu (19/7) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
     Dari keterangan Kapolres Nganjuk, AKBP Joko Sadono saat menggelar press realise membeberkan bahwa barang haram tersebut diperolehnya dari salah satu pemasok dari Jombang.
     Dihadapan sejumlah awak media menerangkan dari hasil tes urine kedua tersangka positif menggunakan narkoba jenis sabu sabu.
     Barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan dua tersangka berupa satu plastik klip sisa sabu 0,05 gram, alat hisap, 2 HP dan beberapa pipet kaca serta uang kertas Rp 50 ribu dan satu buah HP merk nokia.
     Dengan perbuatannya itu dikatakan Kapolres kedua tersangka melanggar undang undang psikotropika dengan ancaman kurungan minimal 4 tahun maksimal 12 tahun.
     Dikatakan juga oleh kapolres memang kedua tersangka ini sudah dimonitor oleh petugas sejak setahun terakhir. Karena pernah dites urine oleh BNN Nganjuk kedua tersangka terindikasi pengguna narkoba, kedua tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 subsider pasal 132 ayat 1, pasal 127 ayat 1 UU Nomoe 35 Tahum 2009 tentang Narkotika ancaman hukumannya 12 tahun.
     ” Saat ini kedua tersangka menjalani pemeriksaan intensif. Dan secepatnya berkas perkaranya akan segera dilimpahkan ke kejaksaan,” pungkas kapolres. (roy)
Share on Google Plus

About Redaksi Pojok Kiri

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment