Berkas Perkara P21, Tak Lama Lagi Henry J Gunawan Diadili

Hanry j Gunawan
Surabaya, Pojok Kiri - Berkas perkara kasus penipuan dan penggelapan dengan tersangka Henry J Gunawan akhirnya dinyatakan P21 alias sempurna oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Dengan kepastian tersebut, maka tak lama lagi bos PT Gala Bumi Perkasa ini tak lama lagi akan segera diadili.

Berkas perkara Henry yang sempat bolak-balik Kejari Surabaya-Polrestabes Surabaya akhirnya dibyatakan sempurna. Kepastian itu didapat setelah penyidik Polrestabes Surabaya berhasil memenuhi beberapa petunjuk jaksa peneliti. “Sudah,” singkat Didik Farkhan Alisyahdi, Kepala Kejari Surabaya saat ditanya perkembangan berkas perkara Henry, Senin (24/7/2017).

Berkas perkara Henry dipastikan sempurna setalah sempat menggantung kurang lebih satu bulan lamanya. Saat itu terdengar kabar Kejari Surabaya tak kunjung menyatakan berkas perkara Henry sempurna, meskipun penyidik telah memenuhi petunjuk jaksa peneliti.

Saat ditanya kapan pelimpahan tahap dua kasus tersebut, Didik tidak bisa memastikannya. “Kalau soal itu silahkan konfirmasi ke penyidiknya,” tegas jaksa asli Bojonegoro ini.

Atas kepastian tersebut, kini Kejari Surabaya tinggal menunggu pelimpahan tahap dua berupa tersangka dan barang bukti dari penyidik Polrestabes Surabaya. Setelah dilimpahkan, maka tak lama lagi Henry akan didudukan di kursi pesakitan untuk diadili sebagai terdakwa kasus penipuan dan penggelapan.

Perlu diketahui, Henry J Gunawan resmi menyandang status tersangka kasus penipuan dan penggelapan setelah Kejari Surabaya menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Polrestabes Surabaya. Di dalam SPDP tersebut tertulis nama Henry sebagai tersangka kasus penipaun dan penggelapan atas laporan seorang notaris bernama Caroline.

Kasus yang menjerat Henry ini berawal saat notaris Caroline mempunyai seorang klien yang sedang melakukan jual beli tanah dengan Henry sebesar Rp 4,5 miliar. Setelah membayar ke Henry, korban yang seharusnya menerima Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) ternyata tidak terwujud.

Saat korban ingin mengambil haknya, Henry justru mengaku bahwa SHGB tersebut di tangan notaris Caroline. Namun setelah dicek, Caroline mengaku bahwa SHGB tersebut telah diambil oleh seseorang yang mengaku sebagai anak buah Henry. Kabarnya, SHGB itu ternyata dijual lagi ke orang lain oleh Henry dengan harga Rp 10 miliar.

Atas perbuatannya, notaris Caroline akhirnya melaporkan Henry ke Polrestabes Surabaya. Setelah melakukan sejumlah penyelidikan, penyidik kemudian penyidik akhirnya menetapkan Henry sebagai tersangka dalam kasus tersebut.(sw).
Share on Google Plus

About Pojok kiri Online

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment