Barang Bukti Tak Ada Dalam Dakwaan, Ini Jawaban Kasipidum

suasana Sidang di pengadilan Negeri Surabaya
Surabaya, Pojok Kiri - Saat diminta menghadirkan barang bukti kasus pencurian oleh hakim, jaksa penuntut umum Deddy Arisandi tak bisa menunjukkannya. Namun hal itu dianggap wajar.

Sebelumnya di persidangan kasus pencurian, majelis hakim yang diketuai Dede Suryaman dibuat bingung dengan ulah jaksa Dedy. Jaksa Deddy tak bisa memperlihatkan barang bukti STNK atas nama Pipin saat diminta menunjukkan oleh hakim Dede.

Tak hanya itu, STNK atas nama Pipin tak muncul dalam dakwaan kasus pencurian yang menjerat terdakwa Deny Handoyo. Dalam dakwaan, hanya tercantum korban Sariaseh dan MTS Hasyim Asyari dengan korban Zainiyatul Hananiyah dan Faliansyah. Saat bersaksi, Sariaseh dan Zainiyatul pun membantah telah kehilangan STNK atas nama Pipin.

Menanggapi hal itu, Didik Adytomo, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Surabaya menjelaskan, dua STNK milik Sariaseh memang tidak dijadikan barang bukti persidangan. “Terdakwa ini melakukan pencurian di beberapa tempat. Jadi yang dipakai barang bukti di persidangan adalah barang bukti pencurian di tempat lain,” katanya.

Ia mengaku bahwa dua STNK milik Sariaseh tidak dijadikan barang bukti di persidangan karena telah dibuang oleh terdakwa. “Ada sebagian hasil curian yang dibuang terdakwa, sehingga tidak dijadikan barang bukti. Akhirnya dipakai barang bukti hasil pencurian yang dilakukan terdakwa di tempat lain,” kilah Didik.

Dalam dakwaan jaksa Deddy hanya mencantumkan dua lokasi kejadian di sekolah SD Kyai Rodliyah dengan korban Sariaseh dan MTS Hasyim Asyari dengan korban Zainiyatul Hananiyah dan Faliansyah.

Dalam dakwaan juga disebutkan barang yang dicuri Deny dari Sariaseh diantaranya, dua STNK motor Vario dan Honda Beat, satu lembar ATM BNI, satu lembar ATM Bank Jatim, empat lembar Kartu BPJS, satu lembar KTP, satu lembar kartu NPWP, beberapa kartu member, uang tunai Rp 200 ribu. Sementara barang milik Zainiyatul Hananiyah dan Faliansyah yang dicuri Deny diantaranya, laptop merk Toshiba dan handphone merk VIVO.

Saat ditanya perihal jaksa Deddy yang tidak bisa menghadirkan barang bukti di persidangan, Didik mengklaim hal itu wajar. “Kan barang bukti tidak harus ditunjukkan di persidangan, yang penting dua alat bukti telah terpenuhi,” katanya. (sw).
Share on Google Plus

About Pojok kiri Online

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment