Bambang Irianto Tidak Jujur Ketika Diperiksa.


Sidoarjo, Pojok Kiri.-Pemeriksaan terdakwa, Bambang Irianto selaku terangka harus memberikan jawaban prihal pertanyaan JPU yang didakwakan terhadap dirinya selaku tersangka. Bagaimana tentang harta  Rp 59milyar yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum. 
Padahal sebelum menjabat kepala daerah, direkening Bambang ada transaksi keuangan bersifat wajar meskipun dia sebagai pengusaha SPBU. Ada transaksi yang nilainya fantastis pada tahun 2009 yang nilainya milyaran rupiah pada saat dirinya menjabat Walikota Madiun.
Bambang Irianto hanya mengakui dua transaksi pembelian, menurutnya yaitu pembelian rumah partai Demokrat yang dipinjaminya sebesar Rp 200 juta yang kini sudah dikembalikan dan pembelian alat berat yang dibeli oleh Boni Laksmana putra terdakwa yang bekerja sama dengan pihak tertentu sejak tahun 2004, selebihnya terdakwa tidak mengakuinya, meski didalamnya terjadi transaksi pembelian yang nilainya milyaran rupiah.
Tarikan yang diakui terdakwa hanya sebesar Rp 5,6 m, yang bersumber dari tarikan seluruh SKP, PNS serta pejabat eselon dua dan tiga yang lainnya tidak mengakuinya seperti dana retensi dan pungli yang lainya, seperti keterangan saksi yang dahulu di fakta persidangan.
Terdakwa juga terlihat pelupa dan linglung ketika Penuntut Umum memberikan pertanyaan manakala pertanyaannya menyudutkan dirinya, padahal saat ditanya prihal pembelian burung dan pengobatan dirinya, ia memberikan keterangan begitu detail dan terperinci.
"Terdakwa hanya mengakui tarikan dan pemotongan dari seluruh SKPD, PNS dan pejabat eselon dua dan tiga yang berjumlah Rp 5,6milyar, tetapi dari seluruh keterangan saksi membuktikan difakta persidangan kalau uang hasil kejahatannya diperoleh dari grafitasi yang lain. Dan penggunaanya menurutnya digunakan untuk keperluan MUSPIDA dan pembelian rumah partai Demokrat, sedangkan untuk keperluan pribadinya tidak mengakuinya". Kata Fitroh Jaksa Penuntut Umum KPK.
Bambang Irianto juga tidak bisa membuktikan kalau uang yang diperolehnya dari uang sah dengan batas waktu yang diberikan, juga tidak ada saksi satupun memberikan keterangan serta membuktikan difakta persidangan. JPU telah membuktikan dengan alat bukti dan keterangan saksi dipersidangan.
"Ketika terdakwa terpojok dia mengatakan lupa, itu menunjukkan bahwa terdakwa tidak jujur memberikan keterangan, justru itu keterangan terdakwa itu sendiri menjadikan bukti. Bagi kami semua bukti ada pada kami". Pungkas Fitroh. (nus)
Share on Google Plus

About pojok kiri madiun raya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment