Anggota DPRD Bondowoso Terpidana Kasus Penganiayaan Menghilang, Bapak dan Anak Ini Jadi Buronan..

 
Tim Kejaksaan Bondowoso, saat mendatangi Kantor Dewan berbincang dengan Ketua DPRD, Ahmad Dhafir.
Bondowoso, Pojok Kiri- Kejaksaan Negeri Bondowoso, terus memburu terpidana Kasus Penganiayaan, NWR, karena sampai saat ini yang bersangkutan menghilang entah kemana. Sehingga pihak Kejaksaan menetapkan terpidana masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Bondowoso.

NWR disebut-sebut adalah Nawari Hary Susanto, salah satu anggota DPRD Bondowoso, dari Partai Nasdem. Bahkan, sebelumnya Tim Kejaksaan sempat mendatangi kantor DPRD memastikan dan memberikan informasi kepada Sekretariat, tentang status Nawari.

“Kita masih bekerja, dan kita juga meminta bantuan polisi. Intinya, sampai sekarang Nawari belum ditemukan. Misalkan, ada informasi tentang yang bersangkutan infokan ke kita, 24 jam kita layani,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kajari Bondowoso, Alexander, Rabu (26/07/2017).

Kejaksaan juga meminta bantuan Adhyaksa Monitoring Center (AMC), lembaga yang bertugas mencari orang-orang yang ditetapkan sebagai DPO oleh kejaksaan. Untuk mengejar Nawari.

“Kita punya AMC, rupanya handphone yang biasa dipakai terpidana tidak lagi dipakai,” ujarnya.

Sejak berkekuatan hukum tetap, Nawari tidak pernah menjalani hukuman penjara yang diputuskan Pengadilan Negeri. Serta dikuatkan Mahkamah Agung. Malah, dia menjalani tugas-tugas kelegislatifan sebagai anggota DPRD. Padahal, saat itu Nawari berstatus tahanan kota.

Diinformasikan sebelumnya, Nawari terlibat kasus penganiayaan bersama dengan anaknya, terhadap salah seorang warga Bondowoso pada tahun 2015. Atas putusan Pengadilan Negeri Bondowoso, Nawari dinyatakan bersalah dan divonis 5 bulan penjara.

Tidak terima dengan putusan Pengadilan Negeri, Nawari melayangkan kasasi pada tanggal 26 Juni 2016. Namun, kasasi tersebut ditolak Mahkamah Agung dan salinan putusan penolakan telah diterima Kejari Bondowoso, pada bulan Juni 2017 lalu.

Sedangkan anak Nawari, yang juga terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut, saat ini juga masuk dalam Daftar Pencari Orang (DPO). (ris/ sam/ lah)
Share on Google Plus

About Pojok kiri Online

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment